Aluna tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah lebih sengsara dalam satu malam ketika keputusan sang ayah mengharuskannya menanggung beban yang bukan miliknya. Terjebak dalam situasi pelik dan pertunangan yang tidak ia inginkan, Aluna memilih pada pendiriannya. Ruangan itu hening. Sandy dan Arkan saling pandang. Rhaka yang baru datang dari luar menahan napas di ambang pintu. 'Gila. Semuanya udah gila.' Zevan menarik dagu Aluna, memaksa Aluna menatapnya. "Kalau gitu buktiin." Matanya melirik Alder yang ditahan Zeus. "Cium gue. Sekarang. Di depan adik lo. Di depan sialan itu." 💍 "Gue tunangan lo!" Zevan mencengkeram lengan Aluna lebih kuat dari sebelumnya. "Calon. Tunangan, lebih tepatnya!" Ucap Aluna menekan kata calon yang ia keluarkan. "Lo mulai berani ya sama gue!, Lo mau liat temen lo itu habis di tangan gue! Atau Lo mau gue bikin dia lumpuh sekalian biar gabisa main futsal lagi," Ancaman bahaya itu tidak pernah lupa, Zevan bahkan menggunakan adik Aluna, Alder, sebagai ancaman agar Aluna menuruti kemauannya Bisakah Aluna bertahan dari badai ini, atau justru takdir membawanya pada pelarian yang mengubah segalanya? dan apa yang membuat seorang Zevan Leander Alvaska menjadi lebih... gila!. .........⛓️⛓️
More details