Senja Terakhir di Rothenburg

Senja Terakhir di Rothenburg

  • WpView
    Leituras 251
  • WpVote
    Votos 142
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mai 19, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Di kota tua Rothenburg, aku datang bukan untuk mencari jawaban dari masa lalu yang sudah kuanggap selesai, tapi untuk menenangkan diri dan memulai lembaran baru. Namun, kehadiran Darian mengubah semuanya-sosok yang tak pernah benar-benar hadir, tapi selalu menghantui seperti bayangan yang sulit kuhindari. "Kenapa kamu terus muncul di hidupku, tapi tak pernah bilang siapa kamu sebenarnya?" aku pernah bertanya. Dia hanya diam, kemudian menjawab, "Karena ada hal yang belum bisa aku bagi." Siapa Darian sebenarnya? Dan mengapa dia membuat Rothenburg terasa seperti perangkap yang lembut-tempat di mana rahasia dan perasaan lama perlahan terkuak? Di kota kecil ini, aku berdiri di persimpangan menyingkap misteri tentangnya, atau melepaskan diriku sebelum aku benar-benar hilang dalam bayangannya.
Todos os Direitos Reservados
#4
indonesianwriter
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dalam Diam | Hiatus
  • STILL IN LOVE [END]
  • Rindu yang berjarak
  • [END] When the Stars are Tired
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • Terjerat obsesi Yandere
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • THE CHAOS WITHIN: AWAKENING [Volume I]
  • Tentang Kota Ini

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo