Kita, Namun Tak Bisa

Kita, Namun Tak Bisa

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 12, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah kamu mencintai seseorang, namun sadar bahwa kamu tak bisa memilikinya? Mungkin, itulah yang sedang dirasakan oleh gadis manis bernama lengkap Cyra Rubby Maharani. Rasa yang awalnya hanya sekadar kagum perlahan tumbuh menjadi nyaman. Obrolan yang nyambung, tawa yang mudah muncul saat bersama, serta pandangan yang diam-diam saling tertuju-semuanya memperkuat perasaan Cyra terhadap sosok itu. Bara Bumi Dhananjaya. Tinggi seratus tujuh puluh lima sentimeter, jarang bicara, pintar fisika, dan satu hal baru yang baru saja diketahui Cyra: petikan gitarnya yang tenang tapi memikat-cukup untuk menarik hati Cyra perlahan, hingga sulit untuk lepas kembali. Kebersamaan mereka semakin erat, dimulai dari jadi partner olimpiade saat SMA hingga kemunculan masalalu Bara yang mengancam ketenangan. Segalanya terasa begitu mudah... sampai kenyataan mengetuk pelan. Kedekatan itu tak bertahan lama. Badai dari masalalu yang belum selesai itu semakin membesar, membuat rasa ketakutan, tidak aman hingga memaksa mereka berjalan di jalan masing-masing, mencari jati diri yang belum selesai dibentuk. Kini, Cyra hanya bisa menyimpan perasaannya sendiri, terjebak antara harapan dan keraguan. Apakah ia harus terus memendam semuanya demi menjaga hati yang tetap utuh? Dan... apakah Bara juga pernah merasa hal yang sama? Atau semua kedekatan itu hanya sebatas perhatian biasa, yang terlalu dalam ditafsirkan?
All Rights Reserved
#104
insecure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines