AKU AKU DAN AKU

AKU AKU DAN AKU

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 14, 2025
Dimas adalah anak terakhir dari enam bersaudara. Hidupnya berubah drastis sejak kedua orang tuanya berpisah di usianya yang masih belia. Dititipkan di pondok pesantren dengan janji ibu yang tak kunjung ditepati, Dimas tumbuh dalam keterpaksaan, kemarahan, dan rasa kehilangan. Dari satu rumah ke rumah lain, dari mulut yang menyakitkan hingga rasa lapar yang tak kunjung reda, ia belajar bertahan. Namun di balik luka-luka itu, Dimas menyimpan satu janji: suatu hari, bahunya akan setara dengan mereka yang menyakitinya-dan saat itu tiba, ia akan berdiri, bukan untuk membalas, tapi untuk membuktikan bahwa luka tak harus berakhir dengan kehancuran
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Broken (Under Editing)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • The Quiet Orchestra
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Luka Yang Tak Bisa Bicara
  • Unseen Bonds

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines