Fluktuasi Glukosa

Fluktuasi Glukosa

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 18, 2025
Fluktuasi Glukosa adalah perjalanan batin seorang tokoh "aku" dalam menghadapi cinta yang hilang, kehilangan yang mendalam, dan perjuangan untuk tetap hidup ketika dunia terasa terlalu berat. Ditulis dalam bentuk narasi puitis, novel ini menyoroti naik turunnya emosi seperti kadar glukosa dalam tubuh kadang tinggi dan manis, kadang rendah dan menyakitkan. Di awal Mei, sang tokoh dikejutkan oleh kepergian seseorang yang sangat dicintainya. Ia tak hanya kehilangan sosok, tapi juga kehilangan arah, kehilangan ritme hidup, kehilangan dirinya sendiri. Setiap hari menjadi refleksi: tentang apa yang salah, tentang apa yang masih tertinggal, dan tentang bagaimana mencintai dalam diam. Lewat bab-bab kontemplatif, Fluktuasi Glukosa membawa pembaca menyelami detik-detik patah, memeluk luka, dan perlahan berdamai dengan diri sendiri. Ini bukan kisah untuk mencari siapa yang salah, tapi tentang bagaimana kita tumbuh dari kehilangan, dan bagaimana cinta meski tak selalu berbalas tetap punya makna.
All Rights Reserved
#25
cintadewasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meneroka Jiwa 2
  • Di Antara Kenangan dan Waktu (On Going)
  • Narasi patah hati
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • Cinta Diujung Waktu
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • BROKEN HEART [END]

Ketika lara akhirnya mempertemukan pada cinta yang dinanti. Kala akhirnya terkuak sang tabir misteri. Apakah hidup akan memberikan kebahagiaan yang hakiki atau hanya kembali menorehkan luka di hati? Kisah ini masih tentang Wangi, anak dari penderita skizofrenia yang mulai mencintai diri sendiri. Perempuan lugu dari kaki gunung Merbabu yang akhirnya menambatkan hati pada sosok lelaki yang dikagumi. Hidup yang semula hanya berisi caci pun perlahan mulai berwarna-warni. Namun, hidup tetaplah penuh misteri. Misteri yang meski mendewasakan diri, tetapi juga tak jemu menghadirkan kejutan yang mempermainkan emosi. Apakah salah satu jawaban dari misteri akan membuat lelaki yang dicintai tetap selalu di sisi atau justru terpaksa meninggalkannya sendiri? Akankah cinta membawa Wangi menemukan makna kehadirannya di dunia ini atau lagi-lagi hanya menunjukkan bahwa dirinya tak berarti? *** Dilarang keras mengambil sebagian dan/atau seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Manusia yang bermartabat tak akan sudi melakukan plagiat. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata, tetapi untuk detail nama tokoh, profesi, institusi, tempat kejadian, atau peristiwa, semua adalah murni imajinasi penulis. Dengan demikian, apabila ada kesamaan, maka itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines