Kapasitas Waktu

Kapasitas Waktu

  • WpView
    LECTURAS 101
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 8, 2025
Perihal banyak kesempatan yang terlewatkan, berbagai kemungkinan yang terlupakan, dan segenap keinginan yang terancam akan lenyap. Secangkir es kopi latte, seporsi kue pie tanpa isi, tumpukan buku-buku persiapan UTBK, dan alunan musik yang selalu menggema di telinga. Di sanalah dia, Sagara Biru seorang remaja kelas 12. Meredam dirinya di sudut dimensi tak berlampu. Menyiratkan angan-angan akan uluran tangan untuk membantunya keluar. Sampai akhirnya, gadis itu datang dan mengulurkan tangan. Atma penikmat secangkir es kopi amerikano, seporsi mie goreng tanpa saus, serangkap buku-buku serupa yang diam-diam masih ia pelajari, dan aroma khas kopi yang melekat di apron cokelat muda. Namanya, Senja Ananta. Gadis itu menarik Sagara keluar dari dimensi yang mencekamnya. Sagara dan Ananta dalam saturasi dimensinya sendiri. © 2025 written by @deilatibule
Todos los derechos reservados
#99
takut
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja Yang Redup [FIN]
  • The Letter From Korea
  • RAJAWALI
  • Just You
  • Padi & Jagung✓
  • Warna Warni Rasa (TERBIT)
  • Beware of The Villain
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • What If [SUDAH TERBIT]

Air yang tenang justru menenggelamkan lebih dalam. Terbiasa mendapat perhatian banyak orang tidak membuatnya benar-benar tahu seperti apa rasanya diperhatikan. Menjadi figure skating hampir sepuluh tahun tidak menjadikannya merasa puas. Malam-malam yang ia habiskan dengan berseluncur diatas es tidak menghilangkan kekosongan dirongga dadanya. Tidak membuatnya merasa cukup. Sagara tidak pernah merasa cukup. Lalu ketika seorang anak menawarkan persahabatan, ia tergoda. Tak tahu bahwa anak itu justru sama berantakannya. Tidak cukup dengan mereka berdua, satu lagi sahabatnya justru memiliki hidup yang sama gelapnya. Sagara pikir, persahabatan mereka akan menyenangkan. Seperti yang ia lihat pada anak-anak lainnya. Tapi tidak. Persahabatan mereka penuh darah. Tidak seperti pelangi yang berwarna-warni. Hanya ada hitam. Gelap dan mematikan. --- Cerita ini Spin-Off Penghujung Malam. Bisa dibaca terpisah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido