Fake Emotional

Fake Emotional

  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 20, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
"Kau putri kecil Kami..." Tidak! Kata-kata itu terdengar seperti sebuah kebohongan. Dimulai dari Nata yang tidak bisa mengingat masa kecilnya, lalu sebuah mimpi aneh yang selalu datang menghantuinya. Natasha menjadi sangat yakin jika pasti ada sesuatu yang tidak dia ketahui, tapi apa? HAI HAI HAI!! SO GUYS INI ADALAH CERITA PERTAMA AKU, JADI TOLONG DIMAKLUMI JIKA MUNGKIN ADA KESALAHAN KATA SEPERTI TYPO DAN SEBAGAINYA. DAN INI ADALAH MURNI DARI PIKIRANKU YA GUYS TIDAK ADA KATA MENGCOPY ATAU APAPUN ITU. KALO KALIAN MENEMUKAN SUATU DIALOG ATAU ADEGAN YANG SAMA DENGAN CERITA ORANG LAIN MOHON DIMAAFKAN KARENA DEMI APAPUN AKU GAK PUNYA NIATAN BUAT MENGCOPY CERITA ORANG LAIN. NOT COPYRIGHT❌❌‼️‼️‼️ ENJOY YOUR TIME GUYS🔥❤️
(CC) Atribuição-CompartilhaIgual
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo