Maybe In Another Life

Maybe In Another Life

  • WpView
    Reads 5,626
  • WpVote
    Votes 455
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2026
"Pagi bang" sapa Revan pada salah satu karyawan kedai tersebut "Oh pagi Van, udah cakep aja pagi2 gini sini ngopi dulu kita"ucap Dimas karyawan kedai "Ehh ga bang makasih saya ga biasa ngopi bang, dilanjut aja bang saya ke belakang dulu"jawab Revan menolak ajakan Dimas dengan lembut dan dianggukinya. Baru beberapa langkah Revan berjalan saku celana bergetar. Headphone kecil nya berbunyi menandakan adanya pesan masuk, segera Revan membukanya. Jantung kecilnya berdetak kencang saat membaca pesan tersebut dan senyum indah menghiasi wajah Revan. "Selamat pagi semangat hari ini" pesan tersebut Walaupun pesan singkat namun membuat Revan menghangat.
All Rights Reserved
#31
delshan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Kisah Seorang Shani CEO Muda Yang Cuek dan dingin ke semua orang (Shani)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • My Crazy Neighbor (Completed)
  • Lajur Rasa - [END]
  • Naughty Nanny

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines