We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ketika Hujan Menghapus Jarak

Ketika Hujan Menghapus Jarak

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di sebuah kota kecil yang selalu diguyur hujan, Naya dan Arka adalah dua remaja yang hidup dalam dunia masing-masing. Naya, gadis pemalu yang suka menulis puisi, dan Arka, cowok pemberani yang menyembunyikan luka masa lalu. Suatu hari, saat hujan deras memaksa mereka berteduh di sebuah halte tua, percakapan sederhana ini membuka pintu hati yang selama ini terkunci. Namun, jarak dan rahasia masa lalu menguji kekuatan cinta mereka. Apakah hujan bisa menghapus segala rintangan dan menyatukan dua hati yang berbeda?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Sunyi
  • Naya
  • Gugup Itu Tanda Suka
  • Love In The Rain
  • Garis Renggang (Telah Terbit)
  • ASRAR|
  • The Way Back To Us
  • TRAUMA

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines