To Open Up

To Open Up

  • WpView
    LETTURE 311
  • WpVote
    Voti 34
  • WpPart
    Parti 5
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, nov 7, 2025
Alesha Anindya bukan gadis yang mudah bercerita. Dunia dalam kepalanya terlalu sunyi untuk sembarang orang masuk. Selama ini, cinta tak pernah menjadi prioritas-baginya, belajar dan tumbuh jauh lebih penting. Namun kali ini berbeda. Untuk pertama kalinya, ia ingin mencoba sesuatu yang baru: mencintai. Ia yakin, dirinya mampu menjadi sosok yang tulus, penuh kasih, dan layak dicintai. Tapi, apakah keyakinan itu cukup? Apakah ia datang terlalu cepat... atau justru terlalu terlambat? Dan saat semua ketulusan telah diberikan, akankah cinta itu berakhir dirayakan, atau justru menjadi luka baru yang tak ia duga?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Bad to Beautiful (First Love)✔
  • Pak Dokter & Buk Tani
  • Diary Of Dan - Bagian Dua
  • The First, Not the Last
  • Bahagia Ada Bersamanya (END)
  • Antara Dua Dunia
  • Tasbih Pembawa Jodoh

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti