Prolog : Ini pertemuan pertamaku dengannya. Saat itu seseorang datang ke rumahku. Entah kenapa untuk pertama kalinya aku terpesona hanya dengan tatapan matanya saja. Mata biru terangnya yang menatapku dingin, yang menandakan ada maksud lain di balik sana. Pria itu, dia sesosok pria yang berbeda. Pada suatu hari aku menolongnya ketika dia sedang mengalami sebuah masalah. Dia bilang dia sangat berhutang budi padaku, lalu pria itu memberikan nomor ponselnya padaku. Aku menyimpan nomornya baik- baik. Tetapi suatu hari Step mendesakku untuk menggantikan winenya, aku meminta tolong pada Damian. Dan disaat itulah aku semakin dekat dengan pria itu. Aku merasa nyaman saat di dekatnya. Apa kalian bertanya apa aku jatuh cinta atau tidak padanya? Aku juga tidak tahu, karena di dalam takdirku aku di kaitkan dengan kedua pria. Yang satu, pria yang mencintaiku dan yang satu adalah pria yang kucintai? ***
Más detalles