Preman Tengil

Preman Tengil

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 15, 2025
Udin bukan anak siapa-siapa. Dipungut dari bak sampah, dibesarkan oleh mantan germo dan banci ngamen, tumbuh di tengah pasar, karaoke, dan kampung sempit penuh gosip. Tapi dari sanalah ia belajar tentang cinta, harga diri, dan cara bertahan hidup tanpa harus selalu waras. PREMAN TENGIL adalah cerita tentang hidup yang tidak harum seperti kopi, tapi tetap diseruput dengan segala pahit dan manisnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • 𝐃𝐔𝐀 𝐖𝐀𝐉𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐓𝐔 𝐍𝐘𝐀𝐖𝐀
  • Renjana [COMPLETED]
  • Virtual distancing
  • attention | 00 line
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku
  • Angkringan Kang Hanif
  • Bad Girl in Pesantren (TAMAT) ✔

Sequel [Bukan] Couple Goals "Lo kenapa sih marah-marah mulu?" "Hormon" "Hello, lo tiap hari marah-marah, itu haid apa pendarahan?" Seru Geri pelan Gea nyengir "Lo kan tau, gue sambil berak aja bisa kerja" "Bukan berak, tapi pup" koreksi Geri "Apa bedanya? Sama-sama keluar tai" "Beda" "Ya apaaaa?" Desah Gea malas. "Diantara, berak, beol, sama eek, pup lebih sopan dan halus diantara ketiganya. Faces yang keluar dari pantat lo itu bentuknya sempurna, senyap, gak bersuara, keluarnya mulus, dan baunya masih ditahap sopan" "Dan berak?" "Itu bentuk paling sempurna dari buang air besar. Biasanya itu terjadi kalo lo nahan berak lama banget dan udah gak tahan. Faces yang bakal lo keluarin juga gak karuan bentukannya. Suaranya biasanya berisik, kayak, brat-brot-brat-brot. Dan baunya jangan dikata. Udah kayak bantar gebang"

More details
WpActionLinkContent Guidelines