Puja Puji Palsu

Puja Puji Palsu

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 21, 2025
WpInfo
Poetry
Di dunia ini, ada dua jenis pujian: Yang bikin senyum tulus... dan yang bikin kamu pengin mandi tujuh kali, pakai air es, biar hilang semua bekas malunya. Buku ini jelas bukan tentang yang pertama. Ini tentang janji yang mudah diketik tapi berat dikirim. Tentang cinta yang datangnya cepat, perginya lebih gesit. Tentang rindu yang dinyalain lampu hazard-berkedip terus, tapi mobilnya parkir di tempat yang sama. Baca buku ini kalau kamu pernah: • Dibilang, "Kamu beda..." tapi akhirnya ditinggal karena, "Aku butuh yang lebih sama." • Dipuji setinggi langit, lalu langsung ditarik tagihan, "Eh, transferan udah masuk belum?" • Dikasih harapan hidup oleh satu kalimat manis, lalu dikeplak kenyataan dalam tiga detik dengan, "Tapi, ya gitu deh..." Puisi-puisinya manis di awal, pedih di tengah, dan bikin meringkuk di kamar mandi sambil nanya ke shower, "Kenapa hidup begini-begini aja, ya?" Karena pada akhirnya, yang palsu itu memang paling indah saat diucapkan... dan paling tajam saat coba dilupakan.
All Rights Reserved
#79
personal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Short Escape
  • Adrian & Ayla
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • »The Love Behind Secrets!
  • DASARA: Aku Bing, Kau Dang, Kita Bersama Miang.....& Wein
  • CERPEN (END)
  • JINGGA
  • Brave Alone

Dia hanya ingin healing. Tapi hidup malah kasih kejutan absurd. Senara, 37 tahun, introvert, dan langganan jadi figuran dalam hidup orang. Tapi di Bali, dalam sebuah open trip yang salah rombongan, chaos, lucu, dan nggak masuk akal... dia justru menemukan secuil rasa hangat yang tak pernah dia duga. Ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang pulang. Tentang menyembuhkan diri. Tentang tertawa dalam sepi. Karena kadang, Tuhan menulis komedi romantis pakai hidupmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines