Teluk Arab

Teluk Arab

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
Musa Eufrat Gaffar kehilangan segalanya-istri yang ia cintai, anak yang belum sempat ia peluk. Hatinya kosong dan imannya sedang diuji, hatinya yang rapuh membawa dirinya kembali ke tanah air, atas bujukan ayahnya yang berharap Musa mau meneruskan bisnis keluarga. "Pulanglah, Musa. Temani ayah. Pimpin perusahaan kita." Ia mengira itu adalah bentuk pelarian. Tapi Allah selalu punya cara yang tidak pernah bisa ditebak. Kepulangannya dari negri suci itu justru membawanya pada suatu takdir yang rumit. Ibrahim adrana gaffar, sang kakak kabur di hari pernikahan. Dan satu-satunya pilihan yang tersisa-adalah Musa. Musa yang tak sedang mencari cinta. Harus menerima takdir yang membawanya ke akad yang tak pernah ia minta bersama Muktha Zadiyah tigris. Sedangkan Mukhta...sama sekali bukan gadis lembut yang bisa dengan mudah menerima takdir. "Lo pikir gue boneka? Hari ini ditinggal, besok disuruh ganti orang? Enak banget!" "Kamu mabuk?" "Biarin! Lo juga nggak cinta gue, kan? Kita ini cuma korban naskah yang ditulis Tuhan tanpa izin!" Akankah Musa sanggup membuka hatinya kembali? Akankah Mukhta belajar menerima bahwa pernikahan tak selalu dimulai dari cinta? Atau justru keduanya akan saling menyakiti dalam akad yang mereka tak pernah minta? Ini bukan tentang siapa yang mencintai duluan. Tapi siapa yang lebih dulu ikhlas menjalani takdir.
All Rights Reserved
#159
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • adalah TAKDIR (ongoing)
  • Said Bismillah if you love me
  • ZAYYAN AL-FARIZI (SELESAI)
  • Pelangi Tak Selalu Muncul Setelah Hujan. [TAMAT]
  • I love you, Mas Duda
  • Anugrah Azizah
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Penghujung Takdir (selesai)

Nazra Afida Sabira, gadis yatim piatu tidak memiliki sanak keluarga hidup menumpang pada sahabat orang tuanya. Diusianya yang baru 20 tahun, gadis bermata bulat itu menikah bukan karena keinginannya. Namun tak butuh waktu lama tanpa disadari cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Tentunya karena dia telah menerima takdirnya maka ia harus mencintai yang sudah menjadi suaminya itu. Apakah Nazra salah mencintai suaminya dari tampang? namun tentu saja tidak hanya dari fisik yang ia sukai, ia mencintai suaminya juga karena ketaatannya pada Sang Illahi. Kehidupannya seperti permukaan bumi, tidak hanya melulu mulus seperti halnya samudra, banyak gundukan-gundukan yang hampir membuatnya menyerah. "Oh Allah, apabila bertemu dengannya adalah kebetulan, namun kebetulan itu adalah TAKDIR-MU maka kuatkan lah hatiku teguhkanlah hati ini agar bisa menjalaninya tanpa menyalahi Takdirku yang telah Engkau siapkan. Izinkan aku egois oh Allah, selalu mengharapkan akhir yang bahagia untuk Takdir yang ku jalani " ~Nazra A S Jika hujan adalah kesusahan dan matahari adalah kebahagian Maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat betapa indahnya pelangi warna-warni. ~selamat membaca~

More details
WpActionLinkContent Guidelines