Korban Bendungan Desa

Korban Bendungan Desa

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mei 29, 2025
Untuk bisa mengairi sawah warga kampung, kepala desa dan para tetua kampung mengajukan petisi pembangunan bendungan desa yang mana kegiatan tersebut juga memanfaatkan sumber daya manusia warga sekitar. Pak Ranto salah satu tetua kampung menolak program tersebut karena bendungan ini dibawah kaki bukit-bukit pinggir kampung dekat dengan bukit kebo. Yang mana bukit kebo adalah lokasi yang biasanya dibuat tempat semedi. Hanya beberapa orang yang mengetahui lokasi tersebut biasa dibuat mencari wangsit. Pak Ranto : " Pak kades, saya kurang setuju pak kalau bendunganya di wilis" Pak Guntur : " kenapa pak Ranto?" pak Ranto : " Dekat dengan kebo pak." Bisik pak Ranto ditengah tengah rapat. Pak Guntur mulai gelisah, namun karena petisi ini banyak disetujui tetua lainya, maka proyek pembangunan ini akan di laksanakan di hari Rabo Pahing 12 Mei 1950. Tanggal mulai proyek sudah ditetapkan, warga desa yang mendaftar kerja desa ini bersemangat karena upahnya lumayan besar. Ada sekitar Ratusan warga dari wanita, pria. Baik yang masih perjaka maupun yang sudah mempunyai cucu. Asal masih kuat mencangkul tanah dan bisa usung lemah "mengangkat tanah" Dibalik proyek ini, alih alih menyembunyikan ritual di Kebo, justru ternyata inilah kesempatan bagi tetua jahat yang mencari wangsit untuk kekayaan dan mencari korban dengan dalih kecelakaan. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata dan di modifikasi sedemikian rupa. Bagi yang tertarik bisa komen atau vote dulu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#85
tumbal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Secret Love Maze
  • Desa Terlarang : Pahuangan
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Tumbal Jembatan Desa
  • KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete]
  • Pernikahan Ratu Santet (TAMAT)
  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • WULAN SEASON 2 : SUMUR PATI [Pageblug Di Desa Kedhung Jati 2]
  • Bayangan di Balik Kabut
  • RIMBA MERUN

Rumah di ujung desa ini sudah terabaikan. Lebih tua daripada tukang kebun yang memangkas tanaman liar di halaman dan taman yang ada disana. Pintunya sudah tak berupa pintu yang seharusnya. Tanaman rambat telah mengambil alih tugas si pintu untuk menjaga agar tidak ada orang yang sembarangan menginjakkan kakinya ke dalam rumah itu tanpa permisi. Gerbang yang semula berdiri kokoh dan besinya berwarna hitam garang, telah sepuh dan tak mampu menghalau anak - anak nakal yang sering kali datang untuk membuat rumah itu bertambah buruk. Kaca - kaca yang masih terpasang di jendela yang tingginya 5 meter biasanya jadi sasaran mereka jika bukan patung - patung di depan atau di samping rumah. Si tukang kebun tak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Usianya yang sudah memasuki masa penantian menuju akhirat itu tak bisa ia ajak untuk menghalau kenakalan anak - anak itu. Yang bisa ia lakukan hanya menghalau sebisanya dengan tongkat atau sapu yang biasa ia pegang. Lama - kelamaan gangguan - gangguan dari anak - anak nakal desa mulai berkurang seiring dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Setiap warga desa selalu membual tentang keangkeran rumah itu yang tersebar melalui atmosfer desas desus yang tersebar dari cerobong asap rumah tua itu. Mereka bilang rumah itu ada penampakan wanita memakai gaun pesta hitam, yang diasumsikan sebagai penampakan pemilik rumah yang bunuh diri saat ia menggunakan gaun pesta itu. Ada juga yang mengatakan jika mereka mendengar ada yang memainkan musik untuk berdansa di dalam rumah itu padahal di dalam rumah itu tidak ada siapa pun. Namun, bukan rumah dan tukang kebun yang akan ku ceritakan disini. Yang akan mengisi lembar cerita ini adalah pemilik rumah itu juga tentang kisah cintanya yang berakhir dengan tragis. Gerbang semu yang membuat penasaran semua orang tentang rumah ini akan ku buka perlahan agar kalian dapat melihat ke dalamnya dan memjawab rasa penasaran kalian mengenai tempat ini.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan