Story cover for Korban Bendungan Desa by NuruNonami
Korban Bendungan Desa
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published May 16
Untuk bisa mengairi sawah warga kampung, kepala desa dan para tetua kampung mengajukan petisi pembangunan bendungan desa yang mana kegiatan tersebut juga memanfaatkan sumber daya manusia warga sekitar.


Pak Ranto salah satu tetua kampung  menolak program tersebut karena bendungan ini dibawah kaki bukit-bukit pinggir kampung dekat dengan bukit kebo. Yang mana bukit kebo adalah lokasi yang biasanya dibuat tempat semedi. Hanya beberapa orang yang mengetahui lokasi tersebut biasa dibuat mencari wangsit.


Pak Ranto : " Pak kades, saya kurang setuju pak kalau bendunganya di wilis"
Pak Guntur : " kenapa pak Ranto?"
pak Ranto : " Dekat dengan kebo pak." Bisik pak Ranto ditengah tengah rapat.

Pak Guntur mulai gelisah, namun karena petisi ini banyak disetujui tetua lainya, maka proyek pembangunan ini akan di laksanakan di hari Rabo Pahing 12 Mei 1950.

Tanggal mulai proyek sudah ditetapkan, warga desa yang mendaftar kerja desa ini bersemangat karena upahnya lumayan besar. Ada sekitar Ratusan warga dari wanita, pria. Baik yang masih perjaka maupun yang sudah mempunyai cucu. Asal masih kuat mencangkul tanah dan bisa usung lemah "mengangkat tanah"

Dibalik proyek ini, alih alih menyembunyikan ritual di Kebo, justru ternyata inilah kesempatan bagi tetua jahat yang mencari wangsit untuk kekayaan dan mencari korban dengan dalih kecelakaan.

Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata dan di modifikasi sedemikian rupa. Bagi yang tertarik bisa komen atau vote dulu.
All Rights Reserved
Sign up to add Korban Bendungan Desa to your library and receive updates
or
#68tumbal
Content Guidelines
You may also like
Desa Pendosa - TAMAT ✔️ by ku_doyanpentol
28 parts Complete Mature
🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?
Secret Love Maze by Anantasya_04
8 parts Complete
Rumah di ujung desa ini sudah terabaikan. Lebih tua daripada tukang kebun yang memangkas tanaman liar di halaman dan taman yang ada disana. Pintunya sudah tak berupa pintu yang seharusnya. Tanaman rambat telah mengambil alih tugas si pintu untuk menjaga agar tidak ada orang yang sembarangan menginjakkan kakinya ke dalam rumah itu tanpa permisi. Gerbang yang semula berdiri kokoh dan besinya berwarna hitam garang, telah sepuh dan tak mampu menghalau anak - anak nakal yang sering kali datang untuk membuat rumah itu bertambah buruk. Kaca - kaca yang masih terpasang di jendela yang tingginya 5 meter biasanya jadi sasaran mereka jika bukan patung - patung di depan atau di samping rumah. Si tukang kebun tak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Usianya yang sudah memasuki masa penantian menuju akhirat itu tak bisa ia ajak untuk menghalau kenakalan anak - anak itu. Yang bisa ia lakukan hanya menghalau sebisanya dengan tongkat atau sapu yang biasa ia pegang. Lama - kelamaan gangguan - gangguan dari anak - anak nakal desa mulai berkurang seiring dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Setiap warga desa selalu membual tentang keangkeran rumah itu yang tersebar melalui atmosfer desas desus yang tersebar dari cerobong asap rumah tua itu. Mereka bilang rumah itu ada penampakan wanita memakai gaun pesta hitam, yang diasumsikan sebagai penampakan pemilik rumah yang bunuh diri saat ia menggunakan gaun pesta itu. Ada juga yang mengatakan jika mereka mendengar ada yang memainkan musik untuk berdansa di dalam rumah itu padahal di dalam rumah itu tidak ada siapa pun. Namun, bukan rumah dan tukang kebun yang akan ku ceritakan disini. Yang akan mengisi lembar cerita ini adalah pemilik rumah itu juga tentang kisah cintanya yang berakhir dengan tragis. Gerbang semu yang membuat penasaran semua orang tentang rumah ini akan ku buka perlahan agar kalian dapat melihat ke dalamnya dan memjawab rasa penasaran kalian mengenai tempat ini.
Teriakan di Tengah Malam: Rahasia Rumah Tua by raka_penumbra
45 parts Complete
Di sebuah desa kecil yang sunyi, terdapat sebuah rumah tua yang telah lama ditinggalkan dan dianggap terkutuk. Alya, seorang mahasiswa arkeologi yang penasaran, memutuskan untuk meneliti rumah tersebut bersama tiga temannya, Arif, Lina, dan Budi. Mereka tidak tahu bahwa langkah mereka akan membawa mereka pada serangkaian kejadian mengerikan yang tidak pernah mereka bayangkan. Setiap malam, suara jeritan yang mengerikan terdengar dari dalam rumah tua itu. Ketika mereka mulai menjelajahi rumah tersebut, mereka menemukan buku harian milik seorang wanita bernama Ratna, yang menceritakan tentang kejadian-kejadian aneh yang dialaminya di rumah itu. Di ruang bawah tanah yang tersembunyi, mereka menemukan sebuah cermin besar yang tampak aneh dan penuh rahasia. Cermin tersebut ternyata menjadi portal bagi arwah jahat yang terperangkap di dalamnya. Sosok mengerikan dengan mata merah menyala mulai mengintai mereka, membuat mereka hidup dalam ketakutan. Dengan bantuan Pak Joko, pemilik penginapan yang tahu banyak tentang sejarah kelam rumah itu, Alya dan teman-temannya berusaha mengungkap misteri di balik cermin dan arwah jahat yang menghantui rumah tersebut. Namun, setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka lebih dalam ke dalam kegelapan, menguji keberanian dan keteguhan hati mereka. Mampukah mereka membebaskan rumah itu dari kutukan dan mengusir arwah jahat tersebut? Ataukah mereka akan menjadi korban berikutnya dari teror yang bersemayam di dalam cermin? Teriakan di Tengah Malam: Rahasia Rumah Tua adalah seri horor yang penuh dengan ketegangan dan misteri, mengajak pembaca untuk merasakan kengerian di setiap episodenya. #1 in rumah tua (14/08/2024) #1 in rumahhoror (15/08/2024) #2 in ceritahantu (8/09/2024)
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) by Chillbanana313
9 parts Complete
(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****
RIMBA MERUN by danynovery
23 parts Ongoing
Di sebuah dusun terpencil yang tersembunyi di jantung hutan tropis, berdiri sebuah sekolah reyot-Sekolah Rimba Merun. Hanya ada tiga guru yang mengajar di sana, dipimpin oleh Bu Mar, seorang pendidik yang tak lagi muda dari kota yang memilih hidup jauh dari peradaban demi satu cita-cita: menyalakan api pengetahuan di tempat yang nyaris padam harapannya. Ia datang sejauh 50 KM setiap hari. Murid-muridnya hanyalah segelintir anak dari keluarga miskin, yang bahkan tak semua bisa membawa buku. Di dusun itu, kebanyakan orang dewasa buta huruf, hidup dari hasil hutan dan kebun seadanya. Sekolah dianggap sia-sia. Namun para guru tak menyerah-mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga meyakinkan masyarakat bahwa pendidikan bisa mengubah nasib. Lalu datang ancaman. Sebuah perusahaan sawit raksasa mengklaim bahwa tanah sekolah dan hutan di sekitarnya, termasuk Rimba Merun, masuk dalam wilayah konsesi mereka. Surat-surat legal ditebar. Mereka berjanji akan menggelontarkan lautan pekerjaan dengan gaji besar. Namun, yang mereka bawa hanyalah ekskavator dan penggusuran. Bu Mar dan guru lainnya tidak tinggal diam. Bersama murid dan segelintir warga yang mulai sadar, mereka membangun perlawanan. Namun perjuangan tidak mudah. Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat terpecah: sebagian memilih tunduk demi sesuap nasi, sebagian lain memilih bertahan meski terancam kehilangan segalanya. Ini adalah kisah tentang bagaimana sepetak sekolah bisa menjadi benteng terakhir sebuah peradaban. Di mana papan tulis menjadi medan tempur, dan kapur tulis bisa lebih tajam dari peluru.
You may also like
Slide 1 of 10
Desa Pendosa - TAMAT ✔️ cover
KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete] cover
Secret Love Maze cover
30 day's  cover
Teriakan di Tengah Malam: Rahasia Rumah Tua cover
DESA TANPA SIANG cover
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) cover
RIMBA MERUN cover
Pernikahan Ratu Santet (TAMAT) cover
Kabut di Ufuk Desa cover

Desa Pendosa - TAMAT ✔️

28 parts Complete Mature

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?