Korban Bendungan Desa

Korban Bendungan Desa

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 29, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Untuk bisa mengairi sawah warga kampung, kepala desa dan para tetua kampung mengajukan petisi pembangunan bendungan desa yang mana kegiatan tersebut juga memanfaatkan sumber daya manusia warga sekitar. Pak Ranto salah satu tetua kampung menolak program tersebut karena bendungan ini dibawah kaki bukit-bukit pinggir kampung dekat dengan bukit kebo. Yang mana bukit kebo adalah lokasi yang biasanya dibuat tempat semedi. Hanya beberapa orang yang mengetahui lokasi tersebut biasa dibuat mencari wangsit. Pak Ranto : " Pak kades, saya kurang setuju pak kalau bendunganya di wilis" Pak Guntur : " kenapa pak Ranto?" pak Ranto : " Dekat dengan kebo pak." Bisik pak Ranto ditengah tengah rapat. Pak Guntur mulai gelisah, namun karena petisi ini banyak disetujui tetua lainya, maka proyek pembangunan ini akan di laksanakan di hari Rabo Pahing 12 Mei 1950. Tanggal mulai proyek sudah ditetapkan, warga desa yang mendaftar kerja desa ini bersemangat karena upahnya lumayan besar. Ada sekitar Ratusan warga dari wanita, pria. Baik yang masih perjaka maupun yang sudah mempunyai cucu. Asal masih kuat mencangkul tanah dan bisa usung lemah "mengangkat tanah" Dibalik proyek ini, alih alih menyembunyikan ritual di Kebo, justru ternyata inilah kesempatan bagi tetua jahat yang mencari wangsit untuk kekayaan dan mencari korban dengan dalih kecelakaan. Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata dan di modifikasi sedemikian rupa. Bagi yang tertarik bisa komen atau vote dulu.
All Rights Reserved
#250
fiktif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warisan Gandari
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Bayangan di Balik Kabut
  • Teriakan di Tengah Malam: Rahasia Rumah Tua
  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Tumbal Jembatan Desa
  • RIMBA MERUN
  • WULAN SEASON 2 : SUMUR PATI [Pageblug Di Desa Kedhung Jati 2]
  • 30 day's
  • Secret Love Maze

"Tidak semua warisan bisa diwariskan dengan damai. Ada yang harus ditanam. Dalam. Dan dikubur. Tapi apa jadinya jika tanah tempat menguburnya justru menganga kembali?" Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya di dusun terpencil Sekarputih, Gandari Ayu Prameswari kembali untuk menghadiri pemakaman ibunya, Bu Ranupatma, yang meninggal secara misterius - tergantung di pohon kamboja dengan tubuh dililit kain kafan sobek, seperti bekas ritual gagal. Di mata warga, Bu Ranupatma adalah perempuan aneh. Dituduh membawa kutukan dan menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Tapi bagi Gandari, ibunya adalah sosok penuh rahasia, selalu menyembunyikan hal-hal ganjil yang terjadi di rumah. Kini, setelah kembali, Gandari mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di desanya: suara-suara yang memanggil dari sumur tua, bayangan yang menari di balik dinding rumah, dan mimpi-mimpi yang selalu diakhiri dengan suara tangisan dari dalam tanah. Hingga sebuah kebenaran terbuka - Gandari ternyata mewarisi kekuatan gaib yang telah mengalir di darah keluarganya selama ratusan tahun. Ia bukan hanya anak dari Bu Ranupatma, tapi penerus terakhir penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia arwah. Sayangnya, kekuatan itu tidak hanya membangkitkan harapan... tetapi juga membangunkan sesuatu yang sudah lama terkubur - Banyu Abang, entitas jahat yang dulu disegel oleh leluhurnya, kini bangkit perlahan, mengincar tubuh Gandari sebagai wadah baru. Dibantu oleh Mbah Darmi, penjaga tua yang dulu berselisih dengan Bu Ranupatma, dan Tari, sahabat masa kecil yang menyimpan rasa bersalah, Gandari harus menghadapi warisan yang tidak pernah ia minta. Satu demi satu, warga desa menghilang. Malam makin panjang. Gerbang di tengah hutan mulai terbuka. Dan rahasia keluarganya... ternyata bukan tentang penyelamatan. Tapi pengorbanan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines