Aku memang membingungkan. Mungkin itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkanku. Di luar, aku terlihat ceria-tertawa, bercanda, dan membuat orang-orang di sekitarku merasa nyaman. Tapi di dalam, ada kesedihan yang tak pernah hilang, bersembunyi di sudut hati yang paling dalam. Seolah-olah aku hidup di dua dunia sekaligus, dan keduanya selalu bertarung untuk menguasai diriku.
Berani tapi pemalu. Aku sering merasa seperti itulah diriku. Aku bisa berdiri di depan banyak orang dan berbicara dengan penuh percaya diri, tapi begitu lampu panggung padam dan semua perhatian pergi, rasa malu dan kecemasan datang menghampiri tanpa permisi. Kadang aku peduli dengan orang-orang di sekitarku, berusaha menjadi tempat mereka bersandar, tapi di lain waktu aku membiarkan diriku mengacuhkan mereka tanpa alasan yang jelas. Aku menyembuhkan sekaligus menyakiti-dan aku tak pernah tahu kapan yang mana akan muncul.
Aku adalah labirin kontradiksi, sebuah teka-teki yang bahkan aku sendiri belum sepenuhnya kupecahkan. Namun aku terus berjalan, menapaki hari demi hari dengan harapan bisa memahami apa arti semua ini. Aku, Sagara Rayyan Al-Halim, 21 tahun, mahasiswa yang mencoba mengurai benang kusut dalam diriku sendiri.
Cerita ini bukan hanya tentang aku, tapi juga tentang bagaimana manusia belajar menerima diri mereka dalam ketidaksempurnaan, menemukan kekuatan dalam kerentanan, dan berani melangkah maju meski langkah itu terkadang tertatih. Mari ikuti perjalananku - sebuah perjalanan penuh dualitas, pertanyaan, dan harapan.
All Rights Reserved