SELAMORA [ON GOING]

SELAMORA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 19, 2025
Liburan ke Kalimantan berubah jadi mimpi buruk saat delapan remaja tiba-tiba terbangun di tengah hutan belantara tanpa ingatan, tanpa arah, dan tanpa jalan keluar. Di balik pohon-pohon raksasa dan udara yang terlalu sunyi, sesuatu sedang mengawasi. Hutan ini hidup. Dan ia lapar. Satu per satu rahasia mulai terungkap tentang minuman terakhir di dalam bus, tentang suara-suara yang hanya terdengar oleh segelintir dari mereka, dan tentang Gerbang Lelatu, gerbang misterius yang hanya bisa dibuka oleh mereka yang siap kehilangan... sesuatu. Mereka harus bekerja sama, bertahan, dan menghadapi tantangan yang tak cuma menguji fisik, tapi juga menelanjangi sisi tergelap hati mereka. Tapi di antara delapan itu, tak semuanya bisa dipercaya. Dan tidak semua dari mereka akan keluar hidup-hidup. SELAMORA bukan sekadar cerita horor. Ini perjalanan melewati batas kewarasan, kepercayaan, dan kenyataan. Karena begitu kamu melewati Gerbang Lelatu... kamu tak akan lagi menjadi dirimu yang sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Hotel Misterius
  • Cursed Place [END]✔️
  • GIRL IN THE SHADOW
  • HIKING (END)
  • Sedarah (SUDAH TERBIT)
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak
  • Hutan Terlarang [END]

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines