Kami, Sepasang Tanpa Tiga

Kami, Sepasang Tanpa Tiga

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
Kirana Isyana dan Gian Mahendra sudah jalan 6 tahun menikah dan masih belum ada tanda-tanda Kirana akan mengandung. Penantian mereka bukan tanpa upaya, semua dicoba, mulai dari jamu yang katanya manjur sampai dokter terbaik untuk program hamil. Hasilnya masih garis satu. "Kamu kapan mau kasih mama cucu?" "Coba kamu dulu pilihnya bukan Kirana, pasti Mama sudah gendong cucu" "Sudah cek? Kirana mandul ga?" Itu hanyalah seklumit kata-kata pedas yang harus mereka terima di penantian ini. Kirana mencoba untuk menjawab semua cibiran dengan santai dan tersenyum, tapi merana jadi kepahitan. Akhirnya, Gian yang harus kuat dan tabah untuk memahami labilnya emosi Kirana. Di antara doa yang terus dipanjatkan, usaha medis yang tak murah, hingga konflik batin dan pernikahan yang teruji - mereka tetap bertahan. Tapi... sampai kapan cinta bisa menahan semua itu? Apalagi ketika ada godaan untuk mendua? Ini kisah tentang harapan yang diuji, cinta yang dibenturkan kenyataan, dan luka yang tak terlihat tapi sangat nyata. Karena tak semua pasangan, langsung menjadi orang tua.
All Rights Reserved
#55
kehamilan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jingga's Life
  • Xless Marriage
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • I really love
  • Angel To Raya (END)
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • Why We Hurt The Love
  • Kamulah Takdirku
  • Angkasa dan Cerita

Spin-off Menikah di usia yang sangat muda bukanlah hal yang mudah bagi Jingga dan juga Thira, apalagi mereka tidak saling mencintai. Rasa cinta yang dimiliki oleh Jingga masih ada hanya untuk Herlin-sahabatnya. Seiring berjalannya waktu, mereka beranjak dewasa dan mulai berusaha menerima kenyataan bahwa mereka adalah sepasang suami-istri. Jingga dan Thira mampu mempertahankan pernikahan mereka walaupun belum pernah menyatakan perasaan mereka yang sebenernya. Sikap Jingga kepada Thira masih sama seperti dulu, dingin, ketus, dan sedikit pemaksa. Laki-laki itu akan lembut pada Thira dihadapan putri kecilnya saja, ia tidak ingin putrinya merasa sedih jika melihat orang tua mereka tidak akur. Ayahnya yang mengetahui hal itu tidak tinggal diam, ia kasihan pada Thira dan juga cucunya. Maka dari itu Dikta memutuskan untuk mencarikan seorang laki-laki untuk Herlin yang sudah ia angkat menjadi putrinya. Namun ternyata keputusannya tidak di terima oleh Jingga, Jingga tidak setuju jika ia ingin menjodohkan Herlin karena ia ingin melihat Herlin menikah dengan laki-laki yang gadis itu cintai 'katanya.' Padahal aslinya ia tidak rela sama sekali Herlin dimiliki oleh laki-laki lain. "Jingga, kembali ke Indonesia. Perushaan sedang tidak baik-baik saja jika kamu berhasil memperbaiki kekacauan di perusahaan, papa berjanji akan membatalkan rencana perjodohan Herlin." "Kamu bisa atur sesukamu." "Siap pa, mana mungkin Jingga menyia-nyiakan kesempatan." "Jangan gila, kamu sudah punya anak dan istri. Tepati omongan kamu, Herlin akan menikah dengan laki-laki yang dicintainya. Persis seperti apa yang kamu katakan." Entah apa yang akan dilakukan oleh Jingga, dan Thira hanya bisa pasrah dengan hal itu. Namun ada satu hal yang paling ditakuti oleh Thira, ia takut Jingga akan menikah dengan Herlin. Bagaimana jika Jingga berencana ingin menikahi Herlin dan kali ini berhasil? Apakah mimpi buruk itu akan terjadi? atau malah sebaliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines