Kita Rayakan Sendiri

Kita Rayakan Sendiri

  • WpView
    Reads 2,719
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 130
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 15, 2025
WpInfo
Poetry
Setiap manusia pasti memiliki harapan harap yang tumbuh menjadi impian terbesar atau pun harap yang hanya sebatas angan kecil Kita, yang selalu tak baik-baik saja yang selalu memiliki harap yang sempurna namun, selalu digagalkan semesta Mungkin kata bukanlah sekadar kata Tapi setidaknya kita butuh pundak Walau hanya untuk sekadar melepas penat. Dan pundak yang dimaksud belum tentu kita dapat Dan terkadang kita hanya butuh pelukan walau didapat oleh diri sendiri Setidaknya itu membuat kita tenang Tak semua pundak itu manusia bisa saja kita dapat dari untaian kata Tak semua peluk itu dari seseorang bisa saja dari diri kita sendiri Tak semua harap akan selalu dikabulkan bisa saja akan digantikan dengan yang lain Bagaimanapun kita, sendirinya kita, maupun ramainya kehidupan yang diberikan semesta Mari kita rayakan sendiri semuanya Setidaknya dirimu sendiri selalu ada hanya untukmu bukan orang lain....
All Rights Reserved
#120
reminder
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • 31 Months for You (Revisi)
  • BAYANGAN HARAPAN [END]
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Just about my feeling 💜
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Tertulis Dalam Doa
  • untuk damai
  • CEIYSA STORY (Completed)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Behind the Silence
  • di akhir perang
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • The Velvet in Love ( Selesai )

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines