Kita Rayakan Sendiri

Kita Rayakan Sendiri

  • WpView
    Reads 2,714
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 130
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 15, 2025
Setiap manusia pasti memiliki harapan harap yang tumbuh menjadi impian terbesar atau pun harap yang hanya sebatas angan kecil Kita, yang selalu tak baik-baik saja yang selalu memiliki harap yang sempurna namun, selalu digagalkan semesta Mungkin kata bukanlah sekadar kata Tapi setidaknya kita butuh pundak Walau hanya untuk sekadar melepas penat. Dan pundak yang dimaksud belum tentu kita dapat Dan terkadang kita hanya butuh pelukan walau didapat oleh diri sendiri Setidaknya itu membuat kita tenang Tak semua pundak itu manusia bisa saja kita dapat dari untaian kata Tak semua peluk itu dari seseorang bisa saja dari diri kita sendiri Tak semua harap akan selalu dikabulkan bisa saja akan digantikan dengan yang lain Bagaimanapun kita, sendirinya kita, maupun ramainya kehidupan yang diberikan semesta Mari kita rayakan sendiri semuanya Setidaknya dirimu sendiri selalu ada hanya untukmu bukan orang lain....
All Rights Reserved
#227
katakata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • BAYANGAN HARAPAN [END]
  • Tertulis Dalam Doa
  • The Velvet in Love ( Selesai )
  • CEIYSA STORY (Completed)
  • Just about my feeling 💜
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines