Senandung Pohon Tua {END}

Senandung Pohon Tua {END}

  • WpView
    Reads 309
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Fri, May 16, 2025
"Senandung Pohon Tua" Di sebuah desa yang terlupakan waktu, berdiri pohon tua yang tak pernah tumbang meski dilanda badai dan usia. Pohon itu menyimpan bisikan-sebuah nyanyian yang hanya bisa didengar oleh hati yang sepi. Seorang anak kecil, tersesat di antara batas nyata dan keajaiban, menemukan bahwa tak semua yang diam itu mati, dan tak semua yang tua itu usang. Di bawah rindangnya daun dan akar yang menjalar seperti ingatan, kisah pun dimulai-kisah tentang kehilangan, kesetiaan, dan suara-suara yang tak pernah berhenti memanggil. Senandung Pohon Tua adalah dongeng yang menjelma menjadi renungan. Tentang luka yang dipeluk alam. Tentang suara yang menggema dari masa lalu. Dan Tentang harapan yang tumbuh di tempat paling sunyi.
All Rights Reserved
#861
ceritapendek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • »The Love Behind Secrets!
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Pain of the Slayer
  • NOESIS [END]
  • Memeluk Pohon [Completed]
  • SEMESTA
  • Senja di Bandung
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines