JAEL! (JAx & samuEL)

JAEL! (JAx & samuEL)

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
Di sebuah SMA elit bernama Hanlit High School, dua siswa dengan kepribadian yang saling bertolak belakang terjalin dalam hubungan yang pelik namun manis. Samuel Luigi, si bocah tengil yang emosinya gampang meledak, dikenal sebagai si troublemaker yang sering kena tegur guru tapi diam-diam punya otak encer. Sementara itu, Jax Ledger adalah murid teladan yang kalem dan tenang, tapi kalau marah... satu sekolah bisa mendadak hening. Keduanya duduk di kelas unggulan yang penuh tekanan dan kompetisi, tapi mereka punya cara sendiri untuk menghadapi hari-hari yang berat: saling menjaga. Samuel yang meledak-ledak selalu ditenangkan oleh Jax, dan Jax yang tampak tidak tergoyahkan justru menemukan tempat aman dalam kehebohan Samuel. Cerita mereka dipenuhi dengan dinamika khas anak SMA: tugas menumpuk, drama kelas, teman yang cerewet, guru killer, hingga momen-momen kecil di lorong sekolah yang terasa sangat berarti. Di antara kegaduhan kelas, tatapan diam-diam di perpustakaan, dan pertengkaran kecil saat istirahat, tumbuhlah rasa yang lebih dari sekadar persahabatan.
All Rights Reserved
#39
platonic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • To Choose an Enemy (End)
  • Han Yuki's Journal
  • Eternity
  • Destiny of Asgardian✓
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines