【BUKAN TERJEMAHAN】
Kisah pedang ruby dan rumput perak biru yang dianggap gulma di dunia itu. Mereka tidak dipertemukan oleh takdir yang manis, mereka bertemu di dunia yang kejam, tempat dimana kekuatan menentukan segalanya, dan kelembutan sering kali harus disembunyikan agar tidak hancur. Takdir tidak hanya kejam sesekali, ia kejam berkali-kali. Perpisahan yang berulang, kepergian yang tidak dapat ditahan, dan kematian yang tak bisa dihindari.
"Aku berkata, aku akan mencintaimu."
Seperti angin musim semi yang akan selalu bertiup, hangatnya sang mentari mencairkan salju terakhir, dan perak biru menari di langit merah.
Cinta mereka begitu panas, terbakar oleh api surga yg berkobar abadi, dan tak akan pernah padam.
"Jika aku hanya diberi waktu 4 hari untuk mencintaimu, maka aku akan memilih mencintai di musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Jika aku hanya diberi 3 hari untuk mencintaimu, maka aku akan memilih kemarin, hari ini, dan esok. Jika aku hanya diberi 2 hari untuk mencintaimu , aku akan mencintaimu di siang dan malam. Dan jika hanya ada 1 hari bagiku untuk mencintaimu, maka aku akan mencintaimu setiap hari."
Rumput melilit pedang. Permata safir dari laut terdalam memantulkan sembilan warna. Lonceng perak berdering diantara siklus hidup dan mati. Dua jiwa, dua kehidupan, terjalin oleh benang merah yang sama.
̶ⓘfanfiction
OC (Gong) x Tang San (Shou)
Soul Land ©Tang Jia San Shao
All Rights Reserved