yang bertahan di ujung senja

yang bertahan di ujung senja

  • WpView
    LECTURES 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mai 17, 2025
Baskara dan Bagaskara, anak kembar dari keluarga yang retak sebelum mereka lahir. Sang kakak Baskara Mizuki tumbuh dengan sehat, sementara sang adik Bagaskara Elio bertarung melawan penyakit sejak bayi. Ketika satu menikmati masa remaja yang bebas, yang lain bertahan dengan sisa napas. Tapi meski dunia mereka berbeda, rasa sakit yang satu selalu dirasakan oleh yang lain. Sebuah kisah tentang ikatan darah, luka yang diwariskan, dan cinta yang tak selalu lantang.
Tous Droits Réservés
#7
saudarakembar
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Angkasa dan Cerita
  • Drasananta✓
  • Tujuh Hati, Satu Rumah
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Four twins story || 00L Nct dream
  • bound by trouble | Na Jaemin
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • Mata Dan Tangan
  • Jovanka dan Abang Kembar

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu