Hari ini aku baik baik saja

Hari ini aku baik baik saja

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 5, 2025
Nazwa pernah hidup dalam tekanan yang ia ciptakan sendiri-ingin terlihat kuat, selalu bisa diandalkan, dan tidak pernah gagal. Tapi semakin ia berusaha sempurna, semakin ia kehilangan dirinya sendiri. Di balik senyum yang rapi, ada luka yang belum sempat ia urus. Ia menumpuk rasa bersalah, mengubur kecewa, dan diam-diam berharap ada yang datang memeluknya-bukan untuk menyuruhnya bangkit, tapi untuk bilang bahwa tidak apa-apa jika ia rapuh. Namun yang datang bukan penyelamat, melainkan kesadaran perlahan: bahwa berdamai tidak selalu berarti melupakan, tapi menerima. Bahwa luka tidak harus dihapus, cukup dikenali. Dan bahwa proses pulih, meski tidak cepat, tetap layak dijalani. Nazwa mulai pelan-pelan mengenali dirinya lagi. Ia belajar memberi ruang untuk istirahat, memaafkan pilihan-pilihan masa lalu, dan berhenti menyalahkan diri atas hal-hal yang tidak bisa ia kendalikan. Ia belum selesai. Tapi kini ia tidak lagi melawan dirinya sendiri. Dan itu sudah cukup untuk membuat hari ini terasa lebih ringan. Hari ini, ia baik-baik saja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Complete] Fate in Chains
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Sudut Luka Nazea
  • ABOUT YOU! [Harqeel]
  • Lavanya - Bersambung
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Di Persimpangan Hati
  • Mencari Cinta Sejati (END)

FATE IN CHAINS a Sequel of "Senja di Balik Hujan" Dua tahun berlalu sejak tragedi yang menjerat mereka, namun Alden dan Asyilla masih terperangkap dalam lingkaran yang sama-hubungan yang penuh gairah, ketergantungan, dan obsesi yang nyaris tak masuk akal. Alden, kini seorang mahasiswa teknik yang tampak tenang dan rasional, sebenarnya tak pernah benar-benar bisa melepaskan diri dari Asyilla. Setiap langkah gadis itu, setiap jejak keberadaannya, selalu dalam pantauannya. Ia bukan hanya mencintai Asyilla-ia membutuhkannya. Asyilla, siswi SMA tingkat akhir yang tampak rapuh di luar, justru menyimpan ketakutan yang berlawanan. Ia tahu bahwa Alden selalu ada di sekitarnya, selalu memperhatikannya dari bayang-bayang. Dan alih-alih menjauh, ia justru merasa tak bisa hidup tanpanya. Hubungan mereka bagaikan tarian yang penuh gairah sekaligus berbahaya-terlalu dekat bisa menghancurkan, tetapi menjauh hanya akan membuat mereka semakin haus satu sama lain. Alden tak bisa menerima dunia di mana Asyilla bukan miliknya, sementara Asyilla tak bisa membayangkan hidup tanpa Alden yang terus memburu dan memilikinya. Mereka saling melahap, saling mencabik, saling menghancurkan, tetapi tak satu pun yang mau melepaskan. Ketika batas antara cinta dan obsesi semakin kabur, mereka harus menghadapi kenyataan: Apakah ini cinta, atau hanya permainan bertahan hidup yang brutal? - "Cila... There's no way out for us. Even if you want to run, you can't." - Raja Alden Rylan "My eyes are all around you, Alden. Jangan coba macem-macem. You're mine forever." - Asyilla Qeenar

More details
WpActionLinkContent Guidelines