Hari ini aku baik baik saja

Hari ini aku baik baik saja

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 5, 2025
Nazwa pernah hidup dalam tekanan yang ia ciptakan sendiri-ingin terlihat kuat, selalu bisa diandalkan, dan tidak pernah gagal. Tapi semakin ia berusaha sempurna, semakin ia kehilangan dirinya sendiri. Di balik senyum yang rapi, ada luka yang belum sempat ia urus. Ia menumpuk rasa bersalah, mengubur kecewa, dan diam-diam berharap ada yang datang memeluknya-bukan untuk menyuruhnya bangkit, tapi untuk bilang bahwa tidak apa-apa jika ia rapuh. Namun yang datang bukan penyelamat, melainkan kesadaran perlahan: bahwa berdamai tidak selalu berarti melupakan, tapi menerima. Bahwa luka tidak harus dihapus, cukup dikenali. Dan bahwa proses pulih, meski tidak cepat, tetap layak dijalani. Nazwa mulai pelan-pelan mengenali dirinya lagi. Ia belajar memberi ruang untuk istirahat, memaafkan pilihan-pilihan masa lalu, dan berhenti menyalahkan diri atas hal-hal yang tidak bisa ia kendalikan. Ia belum selesai. Tapi kini ia tidak lagi melawan dirinya sendiri. Dan itu sudah cukup untuk membuat hari ini terasa lebih ringan. Hari ini, ia baik-baik saja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Di Persimpangan Hati
  • Sudut Luka Nazea
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines