SMARA DIKTA

SMARA DIKTA

  • WpView
    Reads 1,092
  • WpVote
    Votes 651
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 28, 2025
.・゜-: ✧ :- Happy Reading -: ✧ :-゜・. Malam itu, di sudut kamar yang sunyi, Tata duduk terpaku di atas ranjang. Di pangkuannya tergeletak sebuah album foto tua kusam, berdebu, tapi penuh warna masa lalu. Setiap halaman yang ia buka, mengalirkan kenangan indah masa kecil yang pernah begitu hangat. Ada tawa lepas bersama sahabat-sahabat kecilnya. Ada hari-hari penuh lompatan riang di antara sawah yang hijau, langit yang biru, dan angin yang menyapa penuh cerita. Dunia kecil Tata dulu sederhana, namun begitu berarti. Tapi waktu berjalan, dan segalanya berubah. Kini, di usia remajanya, Tata bertanya : ke mana semua itu pergi? Sebuah kisah perjalanan hati yang mengajak pembaca menyusuri kembali arti bahagia yang sering kali terlupa. Tentang kenangan, kehilangan, dan harapan untuk menemukan kembali diri yang pernah begitu ceria. ◗  ( gambar yang terdapat di dalam cerita bersumber dari pinterest) ◗  ( hanya karangan sederhana dilarang plagiat)
All Rights Reserved
#36
jejak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • ALEYA~~
  • Aksara Bercerita
  • Shorts Story
  • Salah Target [Unpublish]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • WEDDING VOWS
  • GRIZLEN {On Going}
  • My Duchess / End
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines