His favorite pain

His favorite pain

  • WpView
    Reads 1,308
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
Mia gak pernah nyangka hidupnya berubah sejak kecelakaan itu-dan sejak matanya pertama kali bertemu tatapan dokter anestesi yang terlalu dingin... dan terlalu intens. Dokter Ibrahim. Tenang, misterius, dan punya sisi gelap yang Mia gak ngerti. Ia seperti bayangan yang selalu mengintai, hadir diam-diam, tapi terlalu sulit untuk diabaikan. Semakin Mia menjauh, semakin Ibrahim mendekat. > "Aku dokter, Mia. Tugasku membuatmu tak merasa sakit..." "...tapi kamu? Kamu rasa sakit favoritku." Mia tahu ini salah. Tapi kenapa ia justru terus terjerat dalam dunia Ibrahim yang penuh rahasia, luka lama, dan obsesi tak masuk akal? Sampai dua sosok lain muncul, menyeret Mia ke dalam pilihan antara cinta, luka... atau kehancuran yang manis.
All Rights Reserved
#309
obsesif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HAREM OF OBSESSION [ON GOING]
  • Menjaga Monster
  • Terjerat obsesi Yandere
  • Let's Make A Happy Marriage
  • BENEATH YOUR SHADOW | END
  • TRAPPED✓
  • Terlalu Dekat untuk Dicintai
  • Tuan Rumah di Kamar Sebelah

Gracia Benedict Cooper - seorang perempuan biasa, karyawan kantoran yang menjalani hidup sederhana. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang menarik. Hanya rutinitas membosankan dari pagi hingga petang. Namun, segalanya berubah saat dia bertemu dengan mereka. Bukan kisah cinta biasa. Bukan romansa indah yang diimpikan banyak orang. Ini adalah jerat tak kasat mata yang perlahan membelit, menariknya semakin dalam ke dalam kegelapan. Gracia mencoba melawan. Dia berusaha kabur. Tapi semakin ia menjauh, semakin kuat tangan-tangan tak terlihat itu mencengkeramnya. Hati dan pikirannya terkoyak. Antara takut dan ketertarikan. Antara benci dan rindu. Karena ini bukan tentang cinta... Ini tentang obsesi. Tentang memiliki, bukan mencintai. Dan suara mereka terus menggema di benaknya... "Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Gracia. Jangan pernah berpikir kau bisa kabur dariku." - Larsen "Kau bisa membenciku sesukamu, tapi aku hanya ingin melihatmu di sisiku... Seperti sekarang." - Liam "Aku tahu segalanya tentangmu... bahkan hal-hal yang kau sembunyikan dari dirimu sendiri." - Kaius Gracia mulai kehilangan kendali atas hidupnya. Satu-satunya yang ia tahu... dia terjebak. Dan satu pertanyaan terus menghantuinya: Apakah aku benar-benar ingin lepas... atau aku justru menikmati menjadi pusat dari kegilaan mereka? Karena pada akhirnya... Dia milik mereka. Dan mereka adalah miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines