Lintang Kemukus | Jungwon, Minji (Uwonji)

Lintang Kemukus | Jungwon, Minji (Uwonji)

  • WpView
    Odsłon 248
  • WpVote
    Głosy 49
  • WpPart
    Części 7
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pon., cze 30, 2025
Yusuf Yudhistira, vampir berusia 600 tahun lebih, telah menghabiskan separuh keabadiannya untuk mencintai dan kehilangan seorang perempuan; Anjani. Di setiap reinkarnasinya, Anjani selalu mati muda-1824, 1870, 1968, 1998-dan Yusuf dipaksa menyaksikan nyawanya melayang tanpa bisa berbuat apa-apa. Namun, di kehidupan kelimanya, Anjani terlahir sebagai gadis biasa di tahun 2024. Gadis biasa yang mendedikasikan hidupnya di balik layar komputer. Yusuf yakin kali ini akan berbeda... sampai ingatan masa lalu Anjani mulai menghantuinya. Kilas balik kehidupan-kehidupan sebelumnya muncul seperti mimpi buruk yang tak terbendung, membuatnya nyaris gila. Dengan kekuatan vampirnya, Yusuf bisa menekan kembali ingatan itu-tapi dengan harga yang harus dibayar Anjani; darahnya. Ia rela memberikannya asal mimpi buruk itu lenyap darinya. Yusuf bertekad untuk memutus lingkaran itu. Kali ini, ia ingin Anjani hidup cukup lama hingga rambutnya memutih dan wajahnya berkeriput. Tapi apakah takdir bisa dikalahkan? Ataukah maut, yang sudah mengejar Anjani selama lima abad, akan kembali menang?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Outcast Castel
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Janji Seribu Bulan ✓
  • EXCUSE ME [END]] REVISI
  • ISTRI SIMPANAN
  • Janda Lumpuh Milik CEO
  • Datang HUJAN Disaat SENJA
  • 𝐈𝐍𝐄𝐅𝐅𝐀𝐁𝐋𝐄 ┊ Owari No Seraph x Reader

Dahulu ketika para vampire masih menguasai kota, kami hidup dalam kegelapan yang diselimuti darah kawanan kami sendiri. Hidup dengan ketakutan dan bau darah yang menyebar di penjuru kota. Namun itu sudah ratusan tahun berlalu. Kini para manusia tinggal dengan aman. Sayangnya, kami tidak bisa begitu saja merasa aman dengan cerita khayalan yang terbentuk dari nenek moyang ini. Konon katanya, para vampire masih mengintai dari dalam hutan pada sebuah kastel yang mereka bangun sendiri untuk perlindungan diri. Kami hidup dalam bayang-bayang makhluk penghisap darah itu. Tidak semua manusia bisa hidup dalam ketakutan. Mereka berusaha menciptakan alat penghancur vampire. Namun mereka membutuhkan pengorbanan. Pengorbanan para pekerja yang siap mendatangi kastel tersebut dan menyerang para vampire. Bayarannya cukup besar dan aku tidak punya pilihan lain. Akankah aku harus menerima pekerjaan itu?

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści