Udon saat hujan reda

Udon saat hujan reda

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
Hujan turun pelan di jendela apartemen lantai tiga. Di dalam, Asami duduk dengan secangkir kopi instan, memandang layar laptop yang kosong. Deadline mendekat, tapi pikirannya melayang entah ke mana. Usianya 25 hari ini. Tak ada ucapan ulang tahun, kecuali dari grup kerja di LINE yang mengirim stiker kelinci dan emoji kue. Orang tuanya di Fukuoka mengirimi pesan pendek, "Selamat ulang tahun, jaga kesehatan ya." Itu saja. Tokyo begitu ramai, namun terasa sunyi. Menjadi bayangan di tengah lampu ibu kota. Ia pun keluar malam itu, tanpa tujuan. Hanya berjalan ke stasiun, naik kereta Chūō Line, dan turun di Kichijōji. Kota itu punya nuansa yang hangat meski tetap asing. Di sebuah kedai kecil dekat taman Inokashira, ia memesan udon dan duduk di pojok. Di sanalah ia bertemu dengan Ren, seorang barista paruh waktu yang sedang membaca buku sambil menunggu hujan reda. "Pertama kali ke sini?" tanya Ren tanpa menoleh. Asami mengangguk, lalu menjawab, "Udon di malam hujan rasanya seperti... memeluk diri sendiri." Ren tertawa kecil. "Kamu juga 25 tahun, ya?" Asami menatapnya heran. "Kok tahu?" Ren menunjukkan buku di tangannya: "Quarter-Life Daze". Buku esai tentang orang-orang berusia 25 tahun yang merasa hidupnya seperti jalanan Tokyo-penuh tanda tetapi tak tahu ke mana arahnya. Malam itu mereka berbincang cukup lama, tentang mimpi yang dilupakan, tentang kehilangan, dan tentang apa arti "cukup" di usia 25 tahun. Sebelum berpisah, Ren berkata, "Kadang... bukan tujuan yang bikin kita tenang, tapi seseorang yang duduk di samping kita saat kita tersesat." Asami pulang malam itu tanpa menyelesaikan desainnya, tapi dengan hati yang sedikit lebih ringan. Mungkin, 25 tak harus selalu mecapai sebuah tujuan. Mungkin, pencarian adalah bagian dari jawaban
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BL] White Dragon Hanya Ingin Menyimpan Arahabaki
  • TOP (ALLTAKE) END
  • My Life ( Lookism edition )
  • Naruto : Konoha Love Story
  • Dua cangkir satu Meja
  • My Love Manager [M.Atsumu]
  • PLEASE SAY "AISHITERU"
  • Naruto : I Love You So Much
  • Yuki no Kizu (雪の傷) | Eremika

Penulis : 蕭泠風 Shibusawa, yang telah menjadi pria selama dua generasi, pada umumnya adalah anak laki-laki yang ceria dan jujur, tetapi seiring bertambahnya usia, dia selalu memiliki pemikiran yang aneh. Shibusawa yang tidak ingin dihitamkan, memilih kabur dari rumah untuk mencari arti hidup ini. Dipandu oleh takdir (tersesat), dia datang ke sebuah kuil sepi di luar Kyoto, dan melihat pemuda dengan mata biru kobalt yang indah, yang membuatnya terpesona. Jika ada dewa di dunia ini, maka dia pasti dewa. Saya ingin dekat dengan dewa ini. Ingin melayani dewa ini. Ingin menghujat dewa. itu buruk. Pikir Shibusawa, dia awalnya adalah anak yang baik untuk memiliki emosi yang begitu emosional, ah tidak, pikiran yang mengerikan ... Itu pasti kesalahan dunia! Chuuya terlahir kembali, dia terlahir kembali saat dia berumur tujuh tahun. Saat ini, dia baru saja bergabung dengan organisasi "Domba" selama tiga bulan dan belum menunjukkan kekuatannya. Dia masih menjadi anggota pencuri untuk mencari nafkah, masih ada delapan tahun sebelum dia ditipu ke Port Mafia. Memikirkan kembali kehidupan masa lalunya ketika dia dijebak oleh pemimpin ikan tenggiri bajingan dengan berbagai cara dan membersihkan kekacauan yang ditinggalkannya setelah melompat dari gedung, Chuuya, yang pernah mati demi Yokohama, dengan tegas memilih untuk mengucapkan selamat tinggal pada Yokohama. Dia akhirnya pensiun dengan damai dan indah, sampai suatu hari, dia menjemput seorang anak laki-laki berambut putih yang kelaparan dan pingsan di depan gerbang torii kuil. Chuuya dengan tegas menjatuhkannya dan melemparkannya ke bawah gunung. Tiga hari kemudian - gunung itu dibeli oleh pihak lain. CP: Bepergian melalui Shibusawa setengah hitam tanpa naskah

More details
WpActionLinkContent Guidelines