"kita temenan aja, ya?"
suaranya memecahkan keheningan setelah sekian lama ia terdiam. mengumpulkan nyali, mengumpulkan kata-kata.
"Maksudmu kita putus?"
Tanyaku. suaraku lirih, pelan. ntah terdengar atau tidak. suaraku menguap diantara bisingnya percakapan orang-orang di ruangan ini.
Kaka mengangguk. dari raut jawahnya terlihat ingin meminta maaf tanpa mengucapkannya.
dan disinilah awal cerita itu.
Melupakan Mu.
Tutti i diritti riservati