Mi Casa (My Home)

Mi Casa (My Home)

  • WpView
    Reads 958
  • WpVote
    Votes 407
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 23, 2025
"Sampai kapan lo pendam luka lo sendiri?" "Kehidupan gue udah hancur. Lo urus aja hidup lo sendiri." Erin dan Elis, pernah merasakan hangatnya rumah yang nyaman dan kasih sayang dari kedua orang tua mereka. Kehangatan dan kenyamanan yang mereka rasakan, tidak lama. Sosok Ayah yang dulu penuh kasih sayang, dan merupakan tempat ternyaman, sudah tidak ada. Ayah yang pernah menjadi tempat berlindung, berubah menjadi luka untuk keduanya. Apa yang menyebabkan Ayah Erin dan Elis berubah? Bisakah Erin dan Elis kembali memiliki tempat berlindung yang nyaman?
All Rights Reserved
#14
jamuan7
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Heal
  • Waiting Room [TERBIT]
  • KARAFERNELIA
  • Aneyra -after meet you
  • Eliinaa
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Lara di hati Rain (𝐓𝐄𝐑𝐁𝐈𝐓)
  • Love Struggle
To Heal

Luka yang tak terlihat seringkali lebih menyakitkan daripada yang tampak. Alira hidup dengan dendam dan kebencian yang tak pernah padam, terutama kepada ayahnya-orang yang telah merenggut ibunya. Diasuh oleh keluarga yang memperlakukannya berbeda, ia tumbuh menjadi gadis yang dingin, keras, dan tak ingin bergantung pada siapa pun. Namun, segalanya berubah ketika Aidan kembali ke hidupnya. Sahabat kecilnya yang dulu ia anggap telah menghilang kini berdiri di hadapannya, membawa cahaya yang nyaris padam dalam dirinya. Aidan tak hanya ingin kembali berteman-ia ingin mengubah Alira, membuatnya percaya bahwa luka bisa sembuh dan masa lalu tak harus selalu menjadi beban. Tapi, bisakah seseorang benar-benar pulih dari luka yang sudah terlalu dalam? Ataukah Alira akan tetap terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya? Di tengah konflik keluarga, geng sekolah yang menambah kekacauan, serta perasaan yang mulai berubah, Alira harus menemukan jawabannya sendiri. Karena terkadang, perjalanan untuk pulih justru lebih menyakitkan daripada lukanya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines