When Jasper Met Kalaluna

When Jasper Met Kalaluna

  • WpView
    MGA BUMASA 800
  • WpVote
    Mga Boto 72
  • WpPart
    Mga Parte 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jul 8, 2025
Kalaluna hanyalah mahasiswi biasa yang bekerja paruh waktu di sebuah kafe kecil dekat kampusnya. Hidupnya tenang, meski sederhana-hingga suatu hari seorang pria datang memesan kopi latte, dan pandangan singkat mengubah segalanya. Jasper, mahasiswa tingkat akhir sekaligus senior populer di kampus, awalnya hanya merasa wajah barista itu tak asing. Tapi ketika ia menyadari Kalaluna adalah adik tingkatnya, rasa penasaran mulai tumbuh menjadi kebiasaan. Dari kopi pagi menjadi obrolan ringan, dari senyuman singkat menjadi pertemanan yang perlahan menjelma jadi rasa. Beberapa bulan berlalu, dan Jasper pun yakin-dia jatuh cinta. Kalaluna adalah ketenangan yang tak pernah ia tahu ia butuhkan. Namun, saat ia membawa Kalaluna bertemu dengan ayahnya, hubungan mereka mendadak diuji. Ayah Jasper tidak setuju. Latar belakang, status, dan masa depan menjadi alasan perbedaan mereka dipertajam. Di tengah cinta yang mulai tumbuh dan restu yang belum didapat, mampukah Kalaluna dan Jasper memperjuangkan satu sama lain? Atau akankah aroma latte yang mempertemukan mereka, perlahan menjadi kenangan yang tak lagi diseduh?
All Rights Reserved
#15
jensell
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Hold It In (SELESAI)
  • Cerita Kisah Kita
  • Found You [END]
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • ✵𝘱𝘰𝘭𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘶𝘥𝘢✵
  • Kopi pahitku

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman