Keluarga Baru Arezzo

Keluarga Baru Arezzo

  • WpView
    Reads 37,780
  • WpVote
    Votes 1,657
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 30, 2026
BROTHERSHIP Ini cerita pertamaku.. Hasil dari pikiran sendiri jadi jangan Pleygait ya ... Cerita ini mengisahkan tentang AREZZO MIQUEL anak yatim piatu yang di urus oleh paman dan bibinya yang kejam. Namun suatu hari arez tak sengaja bertemu dengan seorang lelaki yang ingin ia menjadi anaknya. apakah yang akan terjadi selanjutnya apakah arez akan bahagia?? Atau dia akan kembali tersiksa Selamat membaca - Brothership
All Rights Reserved
#28
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • El and Jerganio (End)
  • 𝐀𝐑𝐆𝐄𝐍𝐙𝐈𝐎𝐒𝐙 [END] ✔
  • You From The Future
  • Transmigrasi Rey Lesham
  • Baby Titan (Tamat)✔
  • Fell Into A Different World
  • Whispers in the Blood
  • BoKem (Bocil Kematian) [Terbit]
  • Hello; Acel [Completed]
  • Baby Delathore
  • xhionze
  • kembalinya sang alter (Revisi)
  • Don't you miss me?
  • Shai Babybear [END]
  • Arselio Maverick P.
  • ALKAIRO PRINCE
  • ZIEL
  • BONNIE (Tamat)✔

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines