Story cover for Surat Kecil by nanarachoco
Surat Kecil
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published May 18, 2025
"Kadang, yang begitu ingin kita sampaikan, justru hanya berani dituliskan."

Ayra sangat mengagumi Gian. Sudah lama, sudah dalam. Tapi ia memilih diam-mengukir sajak-sajak indah dari serpihan Surat Kecil yang tidak pernah tersampaikan pada tujuannya.
Berharap suatu hari bisa menyapanya lebih dulu. Tapi nyalinya selalu kalah oleh waktu.
Hingga sebuah ketidaksengajaan membawa mereka menjadi semakin dekat. Tentang semua kenangan suka dan duka  menjadi sekretaris ekstrakulikuler musik.
Di antara notasi lagu dan absen anggota, Ayra menyimpan banyak kenangan kecil tentang Gian. Tentang cara Gian memanggil namanya. Tentang tawanya di sela-sela kejenuhan. Tentang suara gitarnya yang selalu terdengar pertama kali saat ruang musik dibuka.

Ayra tahu,  perasaannya tak bisa selamanya disembunyikan. Maka dia menulis. Bukan lagi surat kecil, melainkan sebuah novel. Sebuah perasaan yang lama terpendam, kini diutarakan melalui rangkaian kata.
Hingga hari perpisahan tiba, Ayra memberanikan diri menyerahkan buku itu ke tangan Gian.
Satu buku. Satu cerita. Satu harapan...
Bahwa cinta yang ditulis diam-diam, akhirnya menemukan jalannya untuk disampaikan.
All Rights Reserved
Sign up to add Surat Kecil to your library and receive updates
or
#378seniorhighschool
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
DI HARI KELULUSAN by nadnadra
14 parts Complete
Ayyara Geandra, seorang gadis remaja yang hidup di tengah rutinitas sehari-hari, tak pernah menyangka bahwa hari-hari terakhirnya di bangku sekolah akan penuh dengan perasaan yang tak terduga. Di detik-detik menjelang kelulusan, sebuah pertemuan tak sengaja dengan Aziel, seorang kakak tingkat yang selalu tampak tenang dan penuh misteri, mengubah segalanya. Di antara hiruk-pikuk ujian dan persiapan kelulusan, Ayyara mulai menyadari bahwa perasaannya terhadap Aziel berkembang lebih dari sekadar rasa kagum. Senyum tipis Aziel, tatapan matanya yang penuh kedamaian, serta setiap momen singkat yang mereka bagikan, menciptakan sebuah kisah cinta yang datang begitu tiba-tiba namun penuh makna. Namun, saat detik-detik kelulusan semakin dekat, Ayyara dihadapkan pada kenyataan bahwa waktu mereka bersama sangat terbatas. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Aziel harus melanjutkan hidupnya di luar kota setelah kelulusan, Ayyara harus memutuskan apakah ia siap menghadapi perasaan yang tumbuh begitu cepat ataukah ia akan membiarkannya berlalu begitu saja. Bergulirnya kisah ini membawa Ayyara pada perjalanan penuh liku, antara perasaan pertama kali jatuh cinta, persahabatan yang menguatkan, dan pilihan sulit yang harus diambil. "Senyuman di Lorong Sekolah" adalah sebuah kisah tentang bagaimana cinta bisa datang dengan cara yang tak terduga, tentang berani mencintai meski ada ketidakpastian, dan tentang mengakui perasaan yang datang di detik-detik kelulusan yang penuh kenangan. Cerita ini bukan hanya kisah cinta biasa, tetapi juga perjalanan menemukan diri, di mana setiap detik mengajarkan kita tentang keberanian untuk mencintai dan melepaskan.
✓ Nyonya Ji Ingin Bercerai   by Rvbysky
71 parts Complete
Penulis: Yi Qingmang • 71 Bab Kakek Ji sakit parah, dan keluarga Ji bertengkar di dalam keluarga. Ibu Ji Shi meminta Ji Shi segera menikah demi menyenangkan kakeknya. Tak disangka, Ji Shi yang selalu benci dijodohkan, justru menyetujuinya. Dia sedang bekerja, mengetik di keyboard tanpa mengangkat matanya, "Aku menikah dengan Jing Jing." Sosialita yang mencoba menikah dengan keluarga Ji berpikir masam bahwa orang yang dingin dan sombong seperti Tuan Ji, yang lahir di pasar rias dan terlahir kejam serta berdarah dingin, tidak cocok menjadi seorang suami. * Jing Jing telah mengejar Ji Shi selama tujuh tahun, Ji Shi berpikir bahwa dia mengabdi padanya dan tidak akan pernah meninggalkannya apapun yang terjadi. Setengah tahun kemudian, dia mengetahui tujuan pria itu menikahinya dan dengan marah menampar wajahnya dengan perjanjian perceraian. * Jing Jing belajar di luar negeri selama tiga tahun. Pada hari dia kembali ke Tiongkok, Ji Shi dengan paksa membawanya pergi dari bandara. Dia ingin menekannya ke dalam tulang dan darahnya. Dia menciumnya tanpa malu-malu dan berbisik ke telinganya: "Kamu sudah dewasa, Nyonya Ji, dan kamu ingin bercerai kecuali aku mati." Jing Jing mengertakkan gigi: "Ji Shi, kenapa kamu begitu bau dan tidak tahu malu!" Ji Shi mengangkat alisnya sedikit, mengangkat sudut mulutnya, dan bertanya, "Apakah bau itu berkeliaran di kepalamu tanpa malu-malu?" Jing Jing: Bagaimana aku bisa menghentikan pria jalang ini menggunakan kata-kata kotor yang kuucapkan padanya saat aku masih muda dan cuek? Ji Shi: Kamu terus mengatakan kamu mencintaiku selamanya. Ah! wanita! Teater kecil: Dalam sebuah wawancara, seorang reporter bertanya kepada Ji Shi: "Tuan Ji, siapa yang bertanggung jawab di keluargamu?" Ji Shi mengerutkan bibirnya dan berkata perlahan: "Jing Jing yang membuat keputusan." Setelah jeda, dia menambahkan: "Kecuali perceraian, aku akan mematuhinya." Jing Jing: ...Kamu pembohong, terkadang kamu juga tidak mau mendengarkanku.
Almost Us  by Dyasha09
25 parts Ongoing
Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.
You may also like
Slide 1 of 8
ALYA  cover
Aini: surat tak terbaca cover
Don't Talk About Money cover
DI HARI KELULUSAN cover
Call Me When You're Single  cover
✓ Nyonya Ji Ingin Bercerai   cover
Almost Us  cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover

ALYA

26 parts Complete

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️