"Ooh, sayang pintunya terkunci," bisik Alvarez, suaranya nyaris seperti desahan di telinga Clarissa. Nafasnya hangat, tapi yang ia bawa justru dingin, rasa takut yang merambat pelan.
Clarissa berdiri membatu, matanya menatap gagang pintu yang tak bergerak, seperti nasibnya sendiri yang tiba-tiba terkunci.
"Lo gak bakal bisa keluar, Clar," katanya lagi, tenang, tapi tajam. "Sekarang lo di dunia gue. Dan di sini, lo nurut sama aturan gue."
Jantung Clarissa berdetak kencang, tapi langkahnya tetap diam. Ruangan itu terlalu sempit untuk kabur, dan terlalu gelap untuk berharap.
Di balik semua itu, ada masa lalu yang belum selesai. Luka yang disembunyikan. Mental yang dipupuk diam-diam. Clarissa pernah jadi seseorang yang tak peduli. Sekarang, dia harus belajar peduli... dengan caranya Alvarez.
Dan mungkin, dengan cara yang perlahan-lahan bakal ngerusak segalanya-termasuk dirinya sendiri.
Cerita bukan hanya tentang percintaan, tapi masalah mental dan lingkungan toxic. Pokoknya baca ajaa. Lama lama bakalan suka koo.
18+
Bijaklah dalam memilih bacaan!!
Semuanya terlihat sama bagaikan anak kembar. Sama di wajah berbeda dalam jiwa.
Mereka tersenyum memperhatikan setiap detik kau bernafas dengan paru-paru mu dan bagaimana otak mu membunuh bisikan lembut sang hati.
Kau bertanya-tanya apakah keputusan mu itu tepat, tetapi siapa yang peduli?
Visha terjebak diantara mayat-mayat dengan pikiran yang kacau ia berusaha bebas.
"Aku tidak pernah memikirkan hal ini akan terjadi. Mengapa harus berakhir dalam situasi seperti ini?.."
Ketika kasih menjadi jebakan dan kepercayaan menjadi racun yang mana akan kau pilih untuk diselamatkan dari dunia yang telah dipenuhi oleh bercak darah?
↓
↓
↓
↓
↓
↓
[!!!PERINGATAN/ WARNING!!!]
[Kisah ini hanyalah imajinasi sang penulis yaitu saya sendiri dan tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata. Cerita ini mungkin mengandung beberapa kekerasan dan saya merekomendasikan pembaca untuk berumur setidaknya diatas 13-14 thn.]
(. ❛ ᴗ ❛.)[[•••TERIMAKASIH•••]](. ❛ ᴗ ❛.)