Story cover for TERBUANG     by xamanusia
TERBUANG
  • WpView
    LECTURAS 45
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 45
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado may 18, 2025
Sejak ibunya meninggal saat melahirkannya, hidup qilla dipenuhi luka dan penolakan. Ayah kandungnya yang tak mampu menerima kehadirannya, malah menyiksanya dan akhirnya membuang qilla ke panti asuhan saat usianya baru tujuh tahun. Terbuang dan terluka, qilla menghadapi dunia yang asing sendirian.

Namun, di panti itu, ia bertemu dengan seorang lelaki yang menjadi sahabat dan pelindungnya. Lewat kebersamaan mereka, qilla belajar bahwa meskipun masa lalu menyakitkan, masih ada harapan dan kebahagiaan yang menanti di depan.

Perjalanan qilla adalah kisah tentang luka yang perlahan sembuh, mimpi yang diperjuangkan, dan keberanian untuk melepaskan masa lalu demi masa depan yang cerah.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir TERBUANG a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#9ranking
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal cover
Wounds And Their Cures || Starpalmz cover
ATHAZHA  cover
transmigrasi: Altharka (END) cover
LUKA LIANA [Completed] cover
Surat Untuk Reno cover
Kafka cover
Blurred Lines cover

Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal

45 partes Concluida

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."