THE CHAOS WITHIN: AWAKENING [Volume I]

THE CHAOS WITHIN: AWAKENING [Volume I]

  • WpView
    Reads 419
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 25, 2025
Di balik senyum yang terlihat, ada badai yang meradang tanpa suara. Nathan Davies, remaja dengan ingatan yang mudah hilang, bukan hanya berjuang melawan dunia luar - tapi juga melawan dirinya sendiri. Sosok-sosok yang tak terlihat, bisikan yang tak terucap, dan bayang-bayang masa lalu yang terus menghantui. Apa yang tersembunyi di balik dinding-dinding pikirannya? Apakah kenyataan itu nyata, atau hanya ilusi yang diciptakan oleh luka yang tak tersembuhkan? Ketika batas antara mimpi dan realita mulai kabur, sebuah kegelapan bangkit dari dalam - siap menggulung segalanya. Dalam labirin pikiran yang penuh rahasia, siapa yang sebenarnya mengendalikan Nathan? Apakah ia korban, atau sesuatu yang lebih? Berani melangkah masuk ke dalam kekacauan? Karena di sana, kebenaran menunggu dengan wajah yang tak pernah kau duga.
All Rights Reserved
#21
psychologicaldrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Di Balik Bayang Asa
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • 1.2 | illusion ✓
  • Ketika Yang Hilang Kembali✓
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines