"Beneath the Golden Tree"

"Beneath the Golden Tree"

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 19, 2025
Hari-harinya terasa tenang namun hampa-Kakashi menjalani hidup seperti angin yang lewat, tanpa arah, tanpa tujuan yang benar-benar ia kejar. Namun segalanya mulai berubah saat ia bertemu Iruka, seorang pria dua tahun lebih muda darinya, yang membawa cahaya kecil dalam keseharian Kakashi yang kelabu. Iruka tidak istimewa bagi dunia, tapi bagi Kakashi, senyumnya mulai berarti lebih dari apa pun. Ini adalah kisah tentang dua hati yang saling menemukan dalam kesederhanaan, tentang percakapan kecil, kopi hangat, dan pelukan yang tak butuh alasan. Art "View of La Crescenza" by Claude Lorrain
All Rights Reserved
#38
kakairu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]
  • Cava's Melodic Heartbeat
  • THREE LITTLE KITTEN
  • The Girl in Hollow Night
  • DECESION
  • SHADOW OF OBSESSION (SASUSAKU) ✅
  • BREATHE [TAMAT]
  • Our Youth (SuoSaku)
  • SOMEBODY DOES LOVE (SASUHINA)
  • Destiny

[Selesai] [warning beberapa chptr R21] Sebuah sapaan hangat sesuai dengan hari yang cerah terdengar oleh para penjaga toko-toko sekitar jalanan. "Selamat pagi, hari ini rotinya sama seperti biasa selalu harum paman, membuat hari ini semakin indah dan nyaman". Sang penjual merespon tak kalah hangatnya "Tentu, namun lebih indah alara-san, lihat semua pedagang ingin disapa". Sang gadis hanya mampu tertawa canggung apabila ada seseorang yang memujinya karena dia tahu bahwa tidak ada yang bisa dipuji dari dirinya yang sesungguhnya. "Ini masih pagi namun ternyata kamu sudah membuat semua orang di bofurin ingin disapa, hm?" pertanyaan dari seorang pria yang suaranya sangat ara tahu itu siapa. "Ume, kebiasaan kamu selalu bikin kaget tiba-tiba muncul" ucap sang gadis dengan tersenyum. Kedua insan manusia yang terlihat sangat serasi dengan warna rambut yang sama yang entah bagaimana semesta ternyata mampu untuk mempersatukan kedua karya indah ini untuk saat ini, ya untuk saat ini. Banyak hal yang terlupakan, terjadi ataupun tiba-tiba hadir, terkadang manusialah yang mampu menentukan kemana ceritanya akan terbawa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines