SIAPA DALANGNYA?

SIAPA DALANGNYA?

  • WpView
    Lectures 913
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Chapitres 10
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juil. 5, 2025
WpInfo
Fiction
Action & Thriller
Sekolah yang kau anggap tempat aman untuk belajar belum tentu hal yang benar. Tak ada yang tahu cara apa saja yang bisa dilakukan orang-orang biadab di sana tanpa rasa belas kasihan. Di balik seragam rapi dan senyum para guru, tersembunyi rahasia yang tak ingin diketahui siapa pun. Satu per satu siswa menghilang atau ditemukan tak bernyawa, dan semuanya dianggap biasa. Tak pernah ada penyelidikan serius. Tak pernah ada penjelasan masuk akal. Semua dibungkam-seolah memang begitu seharusnya. Tapi mereka lupa. Beberapa orang tidak tinggal diam. Dan tahun ini, ada yang berani bertanya, "Siapa dalangnya?"
Tous Droits Réservés
#36
fiksijkt48
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jejak Dalam Diam [SELESAI✓]
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • •Pantai Terlarang Rahasia Umum•
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • Jejak Di Lorong 4A
  • detective school
  • Arsip Kamar 13
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?

"Terkadang, kebenaran tidak hanya terkubur-ia dikunci, ditenggelamkan, dan dibungkam oleh mereka yang paling kau percayai." Nara tidak pernah lupa malam ketika saudara kembarnya, Nila, hilang secara misterius sepuluh tahun lalu. Kasusnya ditutup sebagai kecelakaan, tapi Nara tahu, ada sesuatu yang tidak beres. Kini, di tahun terakhir sekolahnya, Nara menerima surat anonim yang mengungkit luka lama: Nila tidak hilang. Dia diambil. Ketika murid-murid di sekolahnya mulai menghilang satu per satu, Nara menyadari semuanya saling berkaitan. Dengan kecerdasannya, ia mulai menyelidiki, menyusuri lorong rahasia, membaca catatan tersembunyi, dan mendobrak kebohongan yang membentuk hidupnya. Tapi semakin dekat ia dengan kebenaran, semakin besar risikonya-dan semakin ia bertanya-tanya, apakah ia siap menghadapi siapa sebenarnya pelakunya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu