Senja Dan Tenggara

Senja Dan Tenggara

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 23, 2025
Tenggara Surya Satwika, siswa kelas 11 di SMA Angkasa Surakarta, dikenal sebagai sosok yang pintar, aktif di organisasi, dan punya pacar yang tak kalah memikat. Popularitasnya melejit saat ia terpilih sebagai ketua OSIS, posisi yang selama ini hanya jadi impian bagi banyak siswa. Namun, posisi itu datang bersama beban yang tak ringan. Hari-hari Tenggara mulai dipenuhi tekanan dan ekspektasi. Hubungannya yang dulu harmonis perlahan menjadi ganjil. Nilai akademisnya mulai goyah, dan konflik kecil dengan sahabat-sahabatnya perlahan tumbuh menjadi jurang yang sulit dijembatani. Dunia yang dulu terasa terang, mulai dipenuhi bayangan ragu dan kehilangan arah. Di tengah dinamika sekolah, tawa, dan luka remaja, Tenggara harus belajar: bahwa menjadi pemimpin bukan hanya soal berdiri paling depan, tapi juga bertahan ketika segalanya mulai berantakan.
All Rights Reserved
#123
ketuaosis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines