Story cover for HI!!BYE by azsita1601
HI!!BYE
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 18, 2025
HII ATAU BYE??

"halo" ucap nya sambil mengulurkan tangan kepada pria didepannnya

lelaki itu hanya menatap malas uluran tangan itu

dengan canggung ia menatap lelaki itu " your name?" tanyanya
lagi-lagi ia di cuekin
menatap sebal kearah laki-laki itu " woy lu budeg?"
menatap dari atas kebawah meneliti takut laki-laki itu tidak mengerti bahasanya 
"bule ya? kaga tau inggris? indo-indo tau ga?"
"wah jangan-jangan jerman ini" jawabnya sambil mengelengkan kepalanya

laki-laki itu berdiri melampirkan tas nya dipundak dan merapikan buku-bukunya

ia menatap perempuan itu "saya indonesia asli" jawabnya pergi meninggalkan perpustakaan 


perempuan itu menatap kepergian laki-laki itu dengan wajah kebingungan" lah gua ajak ngobrol kok kaga nyaut dari tadi" 

melipat tangannya didada dan menatap kesal lelaki yang melangkah pergi itu " sombong amat lu bule kw" teriaknya memenuhi perpustakaan













_______________________________________________________________






"gua cape...., gua cepe hidup kayak gini klo bisa gua juga gak mau kenal sama lo" isaknya

"pergi pergi dari hidup gua sialaannn"teriakknya



"mati aja dan gak usah muncul dihidup saya lagi"

"bisa gak si kamu itu gak usah ngusahinn saya capeee"
All Rights Reserved
Sign up to add HI!!BYE to your library and receive updates
or
#839nct127
Content Guidelines
You may also like
 ALZERA (On Going) by CifaCiaull658
14 parts Complete Mature
"ENTAH INI SUATU KE BETULAN, ATAU MEMANG GARIS DARI SEBUAH TAKDIR YANG MEMANG SUDAH TUHAN TENTUKAN MELALUI SUATU KEBOHONGAN" "HEH LU KALONYEBRANG TU PAKE MATA DONG!!" Sentak laki laki yang hampir saja menabrak Liza dengan penuh emosi "Maaf ya ka, tapi dimana-mana nyebrang itu bukan nya pake kaki?" jawab gadis itu sambil bangkit dari aspal "Terserah lu, udah bagus rem motor gua pakem , klo ga, udah masuk Rs kali lu, gua juga yang harus tanggung jawab" ucap Kesal cowo berseragam putih abu ber halem full fac diatas motor sport dengan jaket hitam kebanggan yang melekat di tubuh nya " tapi bukan sepenuhnya salah aku dong ka, kakanya juga bawamotornya kebut kebutan, lagian aku udah liat kanan kiri dulu ko sebelum nyebrang" Ucap gadis itu dengan nada yang tetap santay "Jawab mulu lu ya.., udaah cepet minggir, males gua ladenin Cewe frik ka ya lu" "Pagi-pagi udah bikin gua kesel aja dasar cewe frik" grutunya dan kmbali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan gadis yang barusan hampir ia tabrak "NYEBELIN BANGET SI TU COWO BUKAN NYA MINTA MAAF, sabar liza masi pagi, jangan rusak mood kamu hari ini cuma gara gara cowo nyebelin itu okey " grutu gadis itu mengingatkan dirinya sendiri menghela nafas dan mengelus dadanya mencoba tetap tenang dan tetap bersabar (KALO KALIAN PNASARAN GIMANA ALUR CERITANYA lanjut terus baca ya..!) "Knalin karakter mereka di cerita pertama ku kali ini" (Jangan lupa vot sebanyak banyak nya and komen, ajak tmn tmn kalian baca crita aku ya guysss🥰) "HAPPY READING GUYSS"🥳🤩
You may also like
Slide 1 of 10
Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓ cover
ALEYA~~ cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover
 ALZERA (On Going) cover
Because I'm Stupid (End) cover
Yo Dream | Nct Dream✔(Terbit)  cover
NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING cover
Ayesha Transmigration cover
[NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔ cover
Kembar 「NoHyuck」✔️✔️ cover

Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓

15 parts Complete

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."