Luka yang Tenang

Luka yang Tenang

  • WpView
    LECTURES 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juil. 8, 2025
Ini kisah lelaki biasa yang jatuh cinta pada langit yang terlalu tinggi. Di balik senyapnya notifikasi dan harapan yang pelan-pelan mati, tersimpan perjalanan menyakitkan tapi menghidupkan. Sebuah catatan dari hati yang pernah berharap, dan langit yang tak pernah menjawab.
Tous Droits Réservés
#320
cintadiamdiam
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Mengapa Harus Jatuh Cinta ?
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • HUJAN BERCERITA - NA JAEMIN  [ SELESAI ✔️]
  • Antara Dendam dan Cinta
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • LENSA HATI : Still, I Frame You
  • Doa Yang Tak sama | END

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu