Story cover for Kalopsia by _Ssalsabilla_
Kalopsia
  • WpView
    Reads 533
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 533
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published May 19, 2025
Mature
[ Cerita ini mengandung 90% unsur bxb dan 10% unsur gxg serta melibatkan banyak adegan-adegan sensitif. Apabila cerita ini tidak sesuai dengan Anda, silakan tinggalkan ranah ini tanpa perlu mengotori tangan Anda dengan cara mengirimkan kalimat tidak manusiawi pada kolom komentar/pesan. ]

Manusia- diri-diri haus kesempurnaan di atas kecurangan semesta, dikendalikannya mulut-mulut agar melempari riuh paling memuakkan. Dia- katanya dunia- tak ubahnya sebuah tempat di mana sekumpulan kehidupan berlomba saling membunuh secara keji- tak kasatmata. 

"Jadi sempurna agar setara. Akan tetapi yang katanya dunia seringkali menjahati melalui perantara kata."

Katanya, mati, apabila ingin dirayakan. Katanya, bersuara, apabila ingin dianggap manusia.
All Rights Reserved
Sign up to add Kalopsia to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Serasah; Chanmin [ON GOING] by nyonyahwangsama
25 parts Ongoing
BUKAN LAPAK BxB! *** (Kata "serasah" berasal dari bahasa Indonesia dan sering digunakan dalam konteks ekologi atau biologi tanah. Secara harfiah, serasah adalah: Tumpukan daun-daun kering, ranting, atau bagian tumbuhan lain yang gugur dan menutupi permukaan tanah di lantai hutan) *** Di balik lebatnya hutan terakhir yang belum tersentuh, manusia datang-bukan untuk berdoa atau berdamai, tapi untuk menyedot apa yang tersisa dari bumi yang nyaris sekarat. Regu Alpha dan Delta, dua dari sekian banyak regu elite yang dikirim, datang dengan semangat teknologi, logistik, dan... kelakuan absurd khas anak lapangan. Mereka bukan tanpa nyali. Tapi yang mereka temui bukan sekadar pohon-pohon tua atau tanah lembab berlumut. Mereka bertemu dua anak-satu berwujud nyata, satu lainnya seperti bayangan yang enggan beranjak pergi. Entah siapa mereka. Entah dari mana. Tapi sejak kemunculan mereka, satu regu penuh ditemukan dalam keadaan mati... dengan tubuh lengkap, tapi jiwa seolah dilucuti. Hutan mulai berbisik. Kabel menjuntai dari atas pohon ke entah apa. Mata menyala dalam kabut. Akar mencengkeram tanah seperti urat nadi makhluk yang terbangun. Regu-regu mulai retak. Bukan hanya karena misteri yang membelit, tapi juga karena tawa, panik, dan pertanyaan yang tak ada jawabannya. "Apakah mereka penjaga hutan, atau hutan itu sendiri?" *** Proyek bersama milik Mas & Nyonya Hwang-sama Tertanda, 28425 *** Yang plagiat, sampai jumpa di akhirat! -Mas Tampan Hwang
You may also like
Slide 1 of 9
The Obsessive Maniac Is Trying To Confine Me cover
REQUIEM [HYUNJEONG]  cover
Just For One Day cover
Serasah; Chanmin [ON GOING] cover
Promise or Leave cover
Delapan Bayangan satu janji cover
Betrothed - HyuckRen [VERY SLOW UP] cover
Mengulang cover
THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY] cover

The Obsessive Maniac Is Trying To Confine Me

80 parts Ongoing

NOVEL TERJEMAHAN (bukan BL) 100% terjemahan google Karya : 플랑비 Genre : Komedi, drama, fantasi, dan romance Aku menjadi pelayan yang membawakan makanan untuk pemeran utama pria (seme) yang dipenjara oleh kekasih utama (uke) Aku ditakdirkan untuk mati ketika pemeran utama mencoba melarikan diri dari kurungannya. "bisakah kamu membantuku keluar?" "Saya tidak bisa mendengar dengan baik karena saya memiliki masalah pendengaran." Setiap kali pemeran utama pria mencoba memasang bendera kematian di leherku, aku akan langsung memblokirnya. Aku merasa bersalah pada pemeran utama pria, tetapi aku memutuskan untuk melakukan tugasku. Tetapi... "Apakah kamu mengatakan namamu adalah Rosi?" Mata biru Richard berkilat menjadi menakutkan. "Aku tidak pernah melupakan apa yang terjadi." "..." "Namamu, aku mengingat semuanya." Untuk beberapa alasan, aku merasa takut. Itu karena Richard berhasil melarikan diri. Aku kacau. Uke-nya pasti akan membunuhku! *** Karena pemeran utama pria berhasil melarikan diri dan kekasihnya akan membunuhku. Akhirnya aku memutuskan untuk kabur di malam hari. Sudah tiga tahun sejak saat itu, tapi... "Sekarang giliranmu yang menderita." "A, apa..?" "Sekarang kamu tidak bisa pergi kemanapun tanpa izinku." Maaf? Kamu seharusnya mengatakan itu kepada pria yang memenjarakanmu. kenapa kau mengatakan itu padaku?!