Katarsis ; Bilik 1015

Katarsis ; Bilik 1015

  • WpView
    GELESEN 110
  • WpVote
    Stimmen 19
  • WpPart
    Teile 6
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Mai 26, 2025
"Jangan mencintaiku, Nona." "Terlambat, Amandaru." Rasa yang tumbuh tanpa sengaja berakhir tragis tak bersisa. Merelakan menjadi satu-satunya hal yang bisa Lituhayu lakukan selepas Amandaru meninggalkannya tanpa sepatah pun kata. Janji-janji suci yang mereka buat di atas balkon rumah sakit ibarat menghilang dalam sekejap mata, tertelan bersama isak tangis yang kian menggema. Kemudian daun berguguran, seolah membersamai Lituhayu dalam dukanya. Wajah basahnya ia biarkan dicumbu udara. Debu-debu di atas bankar menuntun pejamnya untuk kembali ukir nama Amandaru dalam hatinya. Bersama Amandaru, Lituhayu pernah percaya bahwa cinta itu ada. Kini tidak lagi, sebab Amandaru telah membawa semuanya pergi, tanpa sisa.
Alle Rechte vorbehalten
#885
jangwonyoung
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Promise
  • Alghavi (S2) : After the trauma
  • Don't Leave Me, Please![ End ]
  • {✓} SHELTER
  • Bahagia bersamamu - The first and last love [END]
  • LIGHT
  • Kedrick's Version Without You
Promise

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan. Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan. Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali. "Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien