Katarsis ; Bilik 1015

Katarsis ; Bilik 1015

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 26, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan mencintaiku, Nona." "Terlambat, Amandaru." Rasa yang tumbuh tanpa sengaja berakhir tragis tak bersisa. Merelakan menjadi satu-satunya hal yang bisa Lituhayu lakukan selepas Amandaru meninggalkannya tanpa sepatah pun kata. Janji-janji suci yang mereka buat di atas balkon rumah sakit ibarat menghilang dalam sekejap mata, tertelan bersama isak tangis yang kian menggema. Kemudian daun berguguran, seolah membersamai Lituhayu dalam dukanya. Wajah basahnya ia biarkan dicumbu udara. Debu-debu di atas bankar menuntun pejamnya untuk kembali ukir nama Amandaru dalam hatinya. Bersama Amandaru, Lituhayu pernah percaya bahwa cinta itu ada. Kini tidak lagi, sebab Amandaru telah membawa semuanya pergi, tanpa sisa.
All Rights Reserved
#706
ive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Suffering of a Friend
  • Kedrick's Version Without You
  • Bahagia bersamamu - The first and last love [END]
  • LIGHT
  • The Highway to Heaven | Lee Taeyong [✓]
  • {✓} SHELTER

Dirinya meringkuk, menangis dan meraung sekuat tenaga dalam gelap nya ruangan itu. mata nya memerah menahan perih di sekujur tubuh, terlebih di bagian hati. kepala nya memerah dan berdenyut sakit, dia 'sakit' namun terlihat tegar, senyuman kecil di sertai desisan hangat yang mengatakan pada dingin nya lantai bahwa... "aku terluka pada gelap nya malam, dan tenggelam dalam hidup yang di sebut penderitaan"

More details
WpActionLinkContent Guidelines