Cover Story

Cover Story

  • WpView
    Reads 5,159
  • WpVote
    Votes 471
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 18, 2025
Same players. Deadlier game
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kartu As ditangan Deidad
  • Drug Hunter
  • Dangerous Dance
  • Bukan Antagonis [END]
  • RESONANSI PELURU
  • BETWEEN US, SILENCE [END]
  • Shorts Story
  • About Relationships -Tamat-

Deidad Pov: Aku mengetik semua tugas, yang rasanya meneliti sesuatu yang terbengkalai. Kantor, pada malam ini seperti kapal pecah. Kertas berserakan dimana-mana. Aku sendirian, dan posisi beberapa komputer yang aku lihat ada yang terbalik. Tadi pagi, aku melihat ada pertengkaran hebat antara kepala desa gank Deholgas. Mereka ini menjabat sebagai kaur, yang dimana telah melakukan pengkhianatan kepada kepala desa. Dua diantaranya sudah ditangkap oleh polisi. Sementara yang satunya pergi entah kemana. Sebenarnya, aku dan seorang rekanku Oshin yang mengerjakan ini. Tapi Oshin pulang, karena dia menyimpan barang bukti yang begitu banyak, mengenai Deholgas. Gank ini, ku fikir mereka sangat baik sekali. Namun ternyata, mereka menjadi penghianat. Mereka ternyata selama ini bertindak sebagai pengacau yang sangat sempurna. Dimana semua penggelapan dilakukan secara tersistematis. Ponsel berdering ditengah malam, lalu aku mendengar derap langkah kaki mendekatiku. Menyangkak roma bulu kuduk ku, mana kala yang aku lihat adalah salah perangkat desa. Itu adalah Mustafa Kemal. "DEIDAAAADDDDDD" Aku mengacuhkannya, dan fokus terhadap apa yang sedang aku kerjakan. Tumpukan dokumen, harus aku rangkap dalam waktu 2 hari ini, demi memasukan orang satu ini ke dalam penjara. "Deidaddddd!!!!!!!!!" Teriakannya dan dia datang menyerangku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines