BLACKTHORN (On Going)

BLACKTHORN (On Going)

  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ziu Roderic - dikenal sebagai Blackthorn - adalah pembunuh bayaran termuda dan paling ditakuti di Redline Syndicate. Dingin, brutal, dan tanpa ampun. Setiap misinya sempurna. Tanpa gagal. Tanpa jejak. Hingga suatu hari, ia menerima misi yang berbeda dari biasanya: membunuh seluruh keluarga Gravemorne, keluarga terkaya dan paling berpengaruh di kota. Misi itu bukan datang dari kontrak biasa, tapi dari seseorang yang menyimpan kebencian mendalam terhadap Gravemorne. Sudah banyak yang mencoba. Semua gagal. Tak satu pun yang selamat. Siapa pun yang mendekati Gravemorne, akan disiksa hingga mati. Keluarga itu tak mengenal belas kasihan. Kini, giliran Blackthorn. Satu kesalahan, dan ia akan berakhir seperti yang lain. Tapi jika berhasil... nama Blackthorn akan dikenang sebagai legenda berdarah. _________________________________________ Murni dari otak author
All Rights Reserved
#375
pembunuhbayaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines