Takdir Membatalkan Sumpahku

Takdir Membatalkan Sumpahku

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 24, 2026
Prolog Aku pernah bersumpah-keras, lantang, dan penuh keyakinan-bahwa siapa pun perempuan yang kelak menjadi istrinya, pasti punya hati seluas samudra dan kesabaran setebal baja. Karena laki-laki itu... cuek, jutek, galak, dan jelas bukan tipeku. Saat kami berdiri berdampingan untuk sesi foto keluarga di acara sambang orang tua, aku hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Bukan karena kagum. Tapi karena... geli. Dia berdiri kaku, sibuk dengan pikirannya sendiri, menyembunyikan sesuatu yang bahkan tak diketahui oleh ibu dan kakaknya-bahwa hatinya diam-diam sudah dimiliki oleh anak pelatih. Ini bukan kisah cinta yang dimulai dengan bunga atau mata berbinar. Tapi dengan tatapan sinis, sikap dingin, dan batu-batu kecil yang justru memperkuat langkah kami. Dan tanpa sadar... aku jatuh. Pada seseorang yang dulu pernah kutolak, bahkan sebelum benar-benar kukenal. Ini kisahku. Tentang dia. Dan tentang takdir yang dengan sengaja... mengolok-olok sumpahku sendiri.
All Rights Reserved
#14
tniau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • He Is My Husband (Selesai season 01)
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • TAK BISA MELAWAN TAKDIR
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Perjalanan Cintaku...
  • I Love You

".....Vania ini orangnya ngeyel-super ngeyel, emosian, tengil, galak, keras kepala, padahal aslinya cengeng dan manja....." Vania membeliak mendengarkan penjelasan Devan, dapat dilihat dari raut wajah dan matanya bahwa laki-laki itu menyeringai sombong membanggakan dirinya sendiri karena tepat menjawab pertanyaan Vania. "Cowok gendeng!" Devan mencondongkan telinganya untuk memastikan apa yang Vania ucapkan barusan. "tuli ya?" cibir Vania. Devan menghela napas, "bagaimana? ada yang ditanyakan lagi, atau kamu mau tahu tentang saya?" tanya laki-laki itu antusias. "Nggak penting!" jawab Vania ketus sambil mengibaskan tangan. . . . Menjadi laki-laki baik, sabar, dan sholeh mungkin tidaklah cukup bagi Devan, tepatnya Devandra Aditya Pramana untuk meluluhkan hati seorang perempuan yang keras kepala. Bahkan sebuah pernikahan pun tidak mampu membuat perempuan bernama Vania Ardan Prayogi itu berubah menjadi lembut dan mencintainya, tapi justru sebaliknya. #Story by: vhe_ya #Cover by: dhen.indra NB: ada beberapa part yang saya privat. Jadi kalau mau baca full, follow dulu yakk.. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines