Takdir Membatalkan Sumpahku

Takdir Membatalkan Sumpahku

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog Aku pernah bersumpah-keras, lantang, dan penuh keyakinan-bahwa siapa pun perempuan yang kelak menjadi istrinya, pasti punya hati seluas samudra dan kesabaran setebal baja. Karena laki-laki itu... cuek, jutek, galak, dan jelas bukan tipeku. Saat kami berdiri berdampingan untuk sesi foto keluarga di acara sambang orang tua, aku hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Bukan karena kagum. Tapi karena... geli. Dia berdiri kaku, sibuk dengan pikirannya sendiri, menyembunyikan sesuatu yang bahkan tak diketahui oleh ibu dan kakaknya-bahwa hatinya diam-diam sudah dimiliki oleh anak pelatih. Ini bukan kisah cinta yang dimulai dengan bunga atau mata berbinar. Tapi dengan tatapan sinis, sikap dingin, dan batu-batu kecil yang justru memperkuat langkah kami. Dan tanpa sadar... aku jatuh. Pada seseorang yang dulu pernah kutolak, bahkan sebelum benar-benar kukenal. Ini kisahku. Tentang dia. Dan tentang takdir yang dengan sengaja... mengolok-olok sumpahku sendiri.
All Rights Reserved
#19
tniau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • You Are The Reason
  • You're Here, But Not For Me
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • I Love You
  • Perjalanan Cintaku...
  • Rendra & Lila [END]
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu

Prolog Dibawah Pohon Mangga sangat besar dan ditambah ayunan gantung yang menghiasinya membuat gadis kecil saat itu sangat nyaman diposisi memeluk kedua lututnya, ditambah dengan hembusan udara yang sejuk membuatnya hanyut dalam fikiran yang tidak tau apa saat ini yang dia fikirkan. Gadis mungil yang penuh tatapan kosong itu adalah aku. Tidak tau sudah berapa lama aku duduk diposisi saat itu, yang jelas saat aku tersadarkan diri kedua kakiku telah keram. Tidak terasa ada butiran air yang menghangatkan disekitar kelopak hingga ke pipi ku, menyesalkan semua yang pernah terjadi antara aku dan kamu. Proses yang telah membuat kita dekat. Dulu hanya sekedar kamu aku, tetapi nyatanya telah berubah menjadi kita. Dulu hanya sekedar sapa, tetapi nyatanya telah berani saling merindu. Dulu hanya sekedar percakapan biasa, tapi nyatanya sangat luar biasa sehingga tak jarang membuat kita sering bertengkar. Suasana berubah menjadi gelap. Mentari telah menyelesaikan tugasnya saat ini, dan kembali bersembunyi dibalik bumi. Seperti biasa, aku menepati janji ku untuk selalu hadir disini. Meski tampak bodoh, menunggu mu sungguh sangat membuatku lelah. Dan berfikir untuk apa aku menunggu. Nyatanya aku tidak tau dimana tempat dirimu kini singgah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines