Say, Good Bye

Say, Good Bye

  • WpView
    Reads 2,696
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, May 16, 2015
Aku merengut lalu mendesah lelah saat kutahu ini sudah tengah malam. Maksudku: haloha, aku adalah pengidap tumor otak yang berbahaya dan sialnya masih bertahan selama ini. Percayalah menjadi aku benar benar siksaan. Hari ini hari pengulangan saat takdir mengaminkan rencana ajaib Tuhan untukku. Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke enam belas. Tak akan pernah ada pesta dan cowok incaranmu yang datang dengan sebuah kotak beludru yang isinya cincin berlian. Aku terlalu berbahaya untuk mereka dan yah lihat kan seberapa payahnya hidupku. Hanya ada infus dan tiangnya juga sinar bulan dan jangan lupakan kaum jangkrik dan katak yang bernyanyi happy brithday di sekitaran taman rumah sakit. Dan aku merpalkan harapnku yang Tuhan muak mendengarnya: " Let me go. And I'll to walk alone to hell with my fucking brain. I will always wait for Gabriel here."
All Rights Reserved
#401
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines