Don't Act Up

Don't Act Up

  • WpView
    Leituras 99
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mai 31, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Kisah 10 anak SMA yang terjebak dalam masalah keluarga sehingga membuat mereka mencari jalan kebahagiaan lain dan berakhir masuk ke Barak Militer. Tekanan yang terjadi di Barak membuat mereka rindu rumah dan sadar bahwa rumah adalah tempat ternyaman bagaimana pun kondisinya. Kehidupan di Barak sangat tidak mudah membuat mereka saling mengenal, saling melindungi dan menjadi tempat keluh kesah tapi seiring berjalannya waktu ketidak cocokan sifat dan fakta mengejutkan, membuat mereka bententangan bukan untuk melengkapi kekurangan satu sama lain dan mempererat hubungan persahabatan mereka justru mereka malah bertindak sesuai intuisi untuk mempertahankan ego dan prinsip mereka agar bisa bertahan hidup di Barak Militer. Bagaimana ke lanjutan persahabatan mereka?
Todos os Direitos Reservados
#15
militery
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  •  HAZELA
  • IN THE END ✔
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • RESONANSI PELURU
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • BELUM USAI | NA JAEMIN [ENDING] ✓
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Nada di Tengah Taktik
  • KANASKHARA
  • Fill in The Blank
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo