Aksara Tanpa Suara

Aksara Tanpa Suara

  • WpView
    Reads 175
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 15, 2025
Ia tidak pergi karena kalah, juga bukan karena cinta yang habis. Aksara pergi seperti hujan terakhir di bulan Juni- diam, basah, dan tak kembali. Tak ada pertengkaran, tak ada titik. Hanya koma yang dibiarkan menggantung di udara, dan sepi yang menjelaskan lebih baik dari lidah mana pun. Kepergian ini bukan tentang perpisahan, melainkan tentang bagaimana hati bisa hancur tanpa suara pun terdengar. Dan Anasera belajar: bahwa tidak semua kehilangan harus berisik, kadang yang paling menyakitkan adalah yang hanya ditinggal... tamat. Ini bukan cerita fiksi Semua bagian dalam cerita ini adalah nyata Penggalan cerita tentang dia Pesan serta do'a yang kutulis untuknya.
All Rights Reserved
#10
anasera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise
  • Hujan di Tanah Jogja [END]
  • Love In The Rain
  • Sedna
  • Menggenggam Ranting Patah
  • KITA
  • DANADYAKSA
  • Memories of 31 december
  • Sore, Senja, dan Hujan
Promise

Rayna tak pernah benar-benar memilih. Di antara dua hati yang mencintainya, hanya satu yang selalu diam-diam ia doakan. Ketika waktu dan takdir mengguncang segalanya, sebuah tragedi membawa Rayna pada luka yang tak pernah ia bayangkan: kehilangan, penyesalan, dan janji-janji yang tak sempat diucapkan. Lewat kenangan yang tertinggal dan sepucuk catatan terakhir, Rayna mencoba memahami-apa arti mencintai seseorang tanpa pernah tahu apakah ia akan kembali. "Katanya, kalau cinta itu tulus... waktu takkan memisahkan. Hanya menguji."

More details
WpActionLinkContent Guidelines