"Siblings" with Benefits

"Siblings" with Benefits

  • WpView
    Membaca 10,956
  • WpVote
    Vote 355
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 22, 2025
NOT AN INCEST STORY! "Kali ini gue setuju sama lo!." Keduanya masih menatap ke arah yang sama. "He looks so damn hot!! as fuck!!" ia menambahkan. Rhea hanya tersenyum miring, siapapun pasti akan setuju begitu melihatnya. "He is." Seru Rhea singkat. Jawaban singkat Rhea membuat sahabat disampingnya geram. Ia cukup heran mengapa dengan segala kesempurnaan yang Rhea miliki ia masih saja dilema dengan segala kerumitan yang ia buat sendiri. "Lagian kenapa sih lho memperumit hubungan lo sama dia!" Teri berujar galak. "Dia abang gue Ter!" suara Rhea dengan desah lelah. "Lagian juga ngga brojol dari Mami lo! Lo yakin masih liat dia sebagai sosok abang buat lo?" tanya Teri. "Is there a brother out there who kisses his sister, kneels to her, and gets crowned king of pleasure? That's just insane!" ujar Tere sambil menatap tajam Rhea yang masih saja denial.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Toxic Relationship
  • The Baby's Contract✓
  • Hold Me With Your Lies [END]
  • Neglectus
  • Tingkat Tiga
  • Friend Zone ! [END]
  • GHAVARI
  • Sexy Daddy

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan